Ma'ruf Amin Sebut Agama Solusi Perdamaian Dunia

PERISTIWA | 29 Januari 2020 08:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin, menyatakan agama adalah sebuah pendekatan untuk menciptakan kerukunan dunia. Dia melihat, konflik global yang terjadi saat ini tidaklah cukup diselesaikan hanya dengan pendekatan politik dan militer.

"Diperlukan alternatif lain untuk menciptakan kerukunan, yakni melalui pendekatan keagamaan," kata Wapres Ma'ruf saat bertemu pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Pati Djalal di Kantor Wakil Presiden, Merdeka Utara Jakarta, Rabu (29/1).

Ma'ruf melanjutkan, pendekatan keagamaan melalui forum dan upaya komunikasi semata demi menciptakan kerukunan. Kemudian, para pemuka agama saat ini tidak hanya dituntut untuk mencapai kata rukun, tetapi juga merukunkan.

"Kerukunan diperlukan pilar yang kuat. Seperti Indonesia memiliki empat pilar, yakni ideologi, yuridis, sosiologis, dan teologis," jelas mantan Rais Aam PBNU ini.

1 dari 1 halaman

Wapres Ma'ruf berharap FPCI ke depan mampu mencakup semua agama, seperti Hindu, Budha.

"Jadi, tidak hanya berfokus pada kerukunan agama Islam dengan Kristen," pesan Ma'ruf kepada Dino menandasi.

Sebagai informasi, pertemuan Wapres Ma'ruf dengan Dino Patti Djalal dihelat kemarin siang, Selasa 28 Januari 2020. Dalam kesempatan tersebut, Dino memperkenalkan program unggulan FPCI yakni Seribu Lingkaran Ibrahim yang mempertemukan tiga pemuka agama yakni Islam, Kristen, dan Yahudi selama tiga pekan dan di tiga negara berbeda.

Reporter: Ditto Radityo (Liputan6.com) (mdk/fik)

Baca juga:
Kisah Pasangan Hindu di India Menikah di Masjid Jadi Viral
Saat Narapidana Rusia Ikuti Perayaan Epiphany
Guru Besar UIN: Cara Pandang Keagamaan yang Moderat Perlu Dikedepankan
Tokoh Bangsa Diminta Masif Sampaikan Soal Toleransi dan Perdamaian
VIDEO: Wajah Toleransi Antar Umat Beragama di Semarang
Menag Fachrul Razi Harap Tak Ada Lagi Larangan Kebebasan Beribadah di Daerah
Jokowi: Negara Menjamin Kebebasan Beragama dan Beribadah

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.