Wapres Ma'ruf: Banyak Kearifan Lokal Bisa Selesaikan Konflik

PERISTIWA | 8 November 2019 10:39 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin berpesan agar tetap menjaga komitmen bersama. Jangan sampai, kata dia, ada upaya untuk keluar dari mekanisme yang ada.

"Baik itu dakwah, aspirasi politik, kepentingan apapun harus berada di dalam komitmen kebangsaan dan kesepakatan tentang mekanisme yang harus disampaikan secara konstitusional," katanya di hadapan peserta SESPIMTI Polri Dikreg ke-28 tahun 2019 di The Opus Grand Ballroom The Tribrata, Jakarta Selatan, Jumat (8/11).

Kemudian, dia menjelaskan, pentingnya untuk melakukan penguatan kerukunan nasional. Sebab kerukunan nasional unsur utama terjadinya stabilitas nasional. Ada empat bingkai kerukunan kata dia yang harus diperkuat.

"Pertama bingkai politis, yaitu tentang empat pilar tadi. Tidak hanya kita selesaikan secara legal formal tapi juga harus terimplementasikan di dalam kehidupan masyarakat," ujarnya.

Yang kedua, Ma'ruf menerangkan, yaitu bingkai yuridis. Bingkai yuridis, menurut dia, yaitu aturan-aturan regulasi yang harus dibuat dalam menjaga dan mengawal kerukunan nasional. Kemudian, ketiga yaitu bingkai sosiologi.

"Bingkai kemasyarakatan yang saya maksud adalah bingkai kearifan lokal. Ternyata bayak sekali kearifan lokal yang bisa menyelesaikan persoalan terjadinya konflik, mencegah konflik yang tidak bisa diselesaikan secara politis maupun secara yuridis," ungkapnya.

1 dari 1 halaman

Jangan Ada Konflik Teologi

Kemudian terakhir, kata dia, yaitu bingkai teologis. Ma'ruf mengungkapkan, bingkai pemahaman keagamaan yang harus di bangun adalah teologi kerukunan. Jangan sampai teologi konflik.

"Teologi kerukunan bukan hanya mengajarkan supaya kita hidup berdampingan secara damai tapi lebih dari itu, itu mengajarkan kita untuk saling menyayangi, saling mencintai, saling membantu, saling menolong. Jadi lebih dari sekedar hidup berdampingan secara damai," jelasnya.

Diketahui dalam acara tersebut hadir Kapolri Jenderal Idham Azis, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Serta dihadiri 50 peserta dari Polri, 4 peserta dari TNI AU, 4 Peserta dari TNI AL dan 4 Peserta dari TNI AD. (mdk/fik)

Baca juga:
VIDEO: Wapres Ma'ruf Amin Doakan Ada Santri Jadi Presiden
Wapres Ma'ruf Amin: Khilafah Bukan Tidak Islami tapi Menyalahi NKRI
Ma'ruf Amin Sebut Yunahar Ilyas Sebagai Calon Ketua Umum MUI
Ditemani Cak Imin, Ma'ruf Amin Jenguk Wakil Ketua MUI Yunahar Ilyas di Yogyakarta
Ma'ruf: Santri Jangan Merasa Tak Punya Masa Depan, Gus Dur Bisa Jadi Presiden

TOPIK TERKAIT