Wapres Ma'ruf: Covid-19 Beri Banyak Pengalaman

Wapres Ma'ruf: Covid-19 Beri Banyak Pengalaman
PERISTIWA | 30 Mei 2020 11:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan pesan khusus jelang kenormalan baru. Menurutnya, adanya keseimbangan antara keamanan diri dan produktivitas adalah hal utama.

"Sekarang bagaimana kita menjaga keseimbangan antara tetap menjaga aman (dari) Covid(19) dan juga produktivitasnya, itu yang kemudian disebut tatanan baru atau new normal," tulis Wapres Ma'ruf lewat siaran pers diterima, Sabtu (30/5).

Selain itu, dia menambahkan, tantangan negara Indonesia ke depan di berbagai bidang semakin berat, khususnya ekonomi dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, reformasi birokrasi, pemberdayaan kemiskinan, penataan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan stunting (kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat gizi buruk).

"Maka semangat kerja baru ini lebih diperlukan lagi dibandingkan dengan kemarin karena tantangan yang kita hadapi semakin berat," jelasnya.

Wapres Ma'ruf mengajak seluruh pihak untuk terus bekerjasama dalam membangun kembali apa yang sempat tertunda dikarenakan pandemi Covid-19 ini.

"Saya berharap ke depan dengan semangat baru, suasana baru setelah Idulfitri ini kita jadikan momentum untuk kerja lebih baik lagi," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Beri Banyak Pengalaman

Ma'ruf mengatakan pandemi Covid-19 memberi banyak pengalaman. Menurutnya, dengan adanya situasi seperti sekarang, terlihat banyak celah yang harus dibenahi.

"Ternyata dari peristiwa ini, Covid-19 memberikan banyak pengalaman, banyak hal yang harus diperbaiki ya," terangnya.

Dia menyebut, reformasi birokrasi adalah salah satu hal yang perlu mendapat sorotan perbaikan dan dirinya siap bertanggungjawab akan hal itu.

"Kita akan mulai upaya penataan dan perbaikan-perbaikan, terutama di dalam rangka reformasi birokrasi yang menjadi tugas saya yang dibebankan oleh Presiden," yakin dia.

Selain itu, lanjut Ma'ruf, bidang ekonomi dan sumber daya manusia juga menjadi sorotan perbaikan karena menerima dampak yang tidak kecil akibat pandemi yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 ini.

"Pemberdayaan kemiskinan, penataan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan stunting (kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat gizi buruk), maka semangat kerja baru diperlukan lagi dibandingkan dengan kemarin karena tantangan yang kita hadapi semakin berat," tutupnya.

Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com (mdk/fik)

Baca juga:
New Normal, Restoran Hingga Warung Makan Harus Hentikan Layanan Prasmanan
Indonesia Raih Utang Rp 3,6 Triliun Dari Bank Dunia Tangani Covid-19
Anies: Semula Ini Krisis Kesehatan, Kini Terasa Sebagai Krisis Ekonomi
Ini Aturan Gelar Acara Pernikahan Saat New Normal
Nenek Berusia 100 Tahun Berhasil Sembuh dari Covid-19
Kekesalan Walkot Risma & Mobil Lab PCR yang Tak Kunjung Tiba di Surabaya

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5