Wapres Ma'ruf: Kita Dihadapkan Musuh Bersama yang Harus Dihindari, Covid-19 & Narkoba

Wapres Ma'ruf: Kita Dihadapkan Musuh Bersama yang Harus Dihindari, Covid-19 & Narkoba
PERISTIWA | 26 Juni 2020 10:29 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, menyebut selain Covid-19, Indonesia sedang menghadapi ancaman serius terkait narkotika. Tidak hanya merugikan negara tetapi juga masyarakat.

"Saat ini kita semua dihadapkan pada musuh bersama yang harus dihindari yaitu Covid-19 dan narkotika. Keduanya merupakan ancaman serius. Dampaknya multidimensi," kata Ma'ruf saat menghadiri Hari Anti Narkotika Internasional melalui siaran telekonferensi, Jumat (26/6).

Ma'ruf menjelaskan, lembaga PBB yang mengurus masalah narkotika pada 2018 menjelaskan, 275 juta penduduk di dunia atau 5,6 persen dari penduduk dunia (usia 15-64 tahun) pernah mengonsumsi narkoba. Selanjutnya data BNN menyebutkan, angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada tahun 2017 sebanyak 3,37 juta jiwa dengan rentang usia 10-59 tahun. Kemudian di 2019 naik menjadi 3,6 juta. Sedangkan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di 2018 mencapai angka 2,29 juta.

"Kelompok masyarakat yang paling rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah mereka yang berada pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi milenial. Hal ini memerlukan perhatian khusus," kata Ma'ruf.

Penanganan narkotika dan Covid-19, kata Ma'ruf, membutuhkan standar yang sama. Yaitu, kata dia, memberikan jaminan, melindungi hak-hak masyarakat agar dapat hidup, tumbuh serta berkembang secara optimal.

"Memasuki adaptasi kebiasaan baru pada masa Pandemi Covid-19, telah memaksa kita untuk mengadakan berbagai penyesuaian. Mulai dari penyesuaian cara berpikir, hingga penyesuaian perilaku baru dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Ma'ruf.

Pemberantasan Narkotika Libatkan Seluruh Masyarakat

Ma'ruf Amin menjelaskan, penanganannya pemberantasan narkotika harus melibatkan semua unsur masyarakat. Kerja sama internasional sangat diperlukan guna memutus mata rantai peredaran narkotika. Salah satu penyebab masih terjadinya peredaran narkoba karena masih tingginya supply dan demand.

"Sebab itu upaya preventif melalui strategi demand reduction, dan upaya penegakan hukum sebagai strategi supply reduction, harus terus dilakukan secara konsisten," ungkap Ma'ruf.

Dia menjelaskan, memasuki gerbang bonus demografi generasi milenial pada dekade mendatang akan muncul sebagai pengganti generasi saat ini. Sebab itu, mereka harus sehat dan produktif.

"Harus hidup 100 persen dan hidup bahagia tanpa narkoba. Mari kita bersama-sama menyelamatkan generasi masa depan. Menyelamatkan anak cucu kita. Menyelamatkan bangsa Indonesia dari kejahatan narkoba," kata Ma'ruf. (mdk/lia)

Baca juga:
Sempurnakan Data Kemiskinan, Wapres Ma'ruf Ingin Bentuk Tim Pengawas DTKS
CEK FAKTA: Hati-Hati Akun Twitter Palsu Wapres Ma'ruf Amin
Diam-Diam AHY Temui Jokowi dan Ma'ruf Amin
Wapres Ma'ruf: Harus Ada Metode Belajar di Bidang Pendidikan Agama
CEK FAKTA: Penjelasan Berita Ma'ruf Amin Soal Salat Tanpa Wudhu dan Tayamum
Wapres Harap Usaha Syariah Mampu Terapkan Prinsip Manajemen Modern

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami