Wapres Ma'ruf Sebut Perlu Kerja Sama Selesaikan Persoalan Kemanusiaan

Wapres Ma'ruf Sebut Perlu Kerja Sama Selesaikan Persoalan Kemanusiaan
Maruf Amin. ©2019 dok.Setwapres RI
NEWS | 1 Juni 2021 10:34 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menghadiri acara Seminar Internasional tentang Alquran dalam rangka Milad ke-50 Tahun Institut Perguruan Tinggi ilmu Al Qur’an (PTIQ) Jakarta melalui siaran virtual di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Selasa (1/6).

Dalam kesempatan tersebut Ma'ruf Amin mengatakan saat ini dunia sudah semakin maju terutama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan ekonomi. Namun dalam kehidupan sehari-hari, masih kerap ditemukan persoalan-persoalan kemanusiaan yang cukup serius seperti pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), kemiskinan, kekerasan, wabah penyakit, dan bencana lingkungan.

Oleh karena itu, untuk menghadapi permasalahan tersebut, diperlukan kerja sama dan partisipasi aktif masyarakat sesuai dengan kapasitas dan kemampuan sosialnya.

"Oleh karena itu segenap pejabat publik dan seluruh elemen masyarakat harus turut berkontribusi sesuai kapasitasnya, baik sebagai individu, komunitas, lembaga legislatif, yudikatif, penegak hukum, pelaku usaha maupun kalangan akademisi dan pendidikan," katanya, Selasa (1/6).

Ma’ruf mengungkapkan, Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, dalam menghadapi permasalahan kemanusiaan tersebut harus membawa semangat (spirit) Alquran.

"Demikian pula bagi Indonesia, kita semua harus bahu-membahu melakukan upaya-upaya untuk mengatasi persoalan-persoalan tersebut di atas. Wabil khusus bagi umat Islam Indonesia, upaya-upaya ini diharapkan semakin kuat dengan adanya legitimasi dan spirit Alquran, yang notabene dan semestinya menjadi pedoman hidup bagi mayoritas bangsa Indonesia," ujarnya.

Dia menjelaskan, beberapa permasalahan kontemporer yang dihadapi pada kehidupan sehari-hari, dan seluruh persoalan yang dihadapi telah ada pedoman dan solusinya di dalam Alquran.

Ma’ruf mencontohkan di bidang kesehatan dimana Alquran telah menjelaskan bahwa akan muncul wabah penyakit yang menimpa suatu kaum yang apabila ditarik pada konteks saat ini adalah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Dalam Alquran disebutkan, walaupun kesembuhan datangnya dari Allah, namun manusia tetap diwajibkan untuk berusaha.

"Tetapi manusia juga harus berusaha untuk menghindarinya melalui pembatasan pergerakan manusia seperti kebijakan lockdown, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan pengambilan jarak fisik (physical distancing)," ungkapnya.

Dia juga mengatakan Alquran menjelaskan pula, walaupun pada hakekatnya yang menyembuhkan penyakit itu adalah Allah, tetapi manusia juga diharuskan untuk melakukan ikhtiar penyembuhan baik melalui doa maupun pengobatan. Di sisi bencana atau kerusakan alam, tambah Ma'ruf, Alquran telah memberi pedoman tentang bagaimana manusia berinteraksi dengan alam.

"Manusia diperintahkan untuk lebih aktif melakukan berbagai upaya dan ikhtiar agar aktivitas eksploitasi alam yang menyebabkan kerusakan lingkungan dapat dicegah dan segera dihentikan sehingga alam ini bisa dinikmati secara berkelanjutan dari satu generasi ke generasi berikutnya," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Wapres Minta Jam'iyah Batak Muslim Indonesia Sebarkan Dakwah Kerukunan
Wapres Resmikan Auditorium KH Ma'ruf Amin
Wapres Ingin Pesantren Jadi Pengawal 'Wasathiyah' Indonesia
Wapres: Jangan Sampai Ujian Pandemi Buat Kita Lemah dan Putus Asa
Wapres: Selamat Hari Waisak, Semoga Tuhan Buka Jalan untuk Kita Bangkit Lawan Pandemi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami