Wapres Ma'ruf Tegaskan Pemerintah Tak akan Biarkan Munculnya 'Kerajaan-kerajaan' Baru

PERISTIWA | 22 Januari 2020 15:11 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersuara soal fenomena munculnya kerajaan-kerajaan di Indonesia yang mengklaim memiliki pengikut di seluruh dunia. Menurut Ma'ruf, Indonesia tidak menolerir berkembangnya anomali tersebut.

"Kita tidak akan membiarkan munculnya kerajaan-kerajaan itu, karena kita sudah punya NKRI," kata Ma'ruf di Istana Wakil Presiden, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Ma'ruf menegaskan saat ini kerajaan yang diakui di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah Kesultanan Yogyakarta. Selebihnya, hanya bersifat pelestarian budaya dan bukan untuk mengklaim mengganti tatanan negara dan pemerintahan yang sah.

"Kerajaan yang masih diakui eksistensinya itu Yogya. Sehingga sultannya jadi Gubernur di Yogya. Selain itu kan sifatnya budaya," jelas Ma'auf.

Ma'ruf menilai, bila kerajaan-kerajaan tersebut masih berbentuk komunitas atau hanya sebatas pelestarian budaya dan tak melanggar, menyimpang dan juga merugikan pihak lain, khususnya tindak pidana, maka boleh saja keberadaannya tumbuh di Indonesia.

Namun bila mengandung hal negatif maka negara sebagai pemilik kuasa penuh atas rakyatnya, harus tegas bertindak membubarkan eksistensi mereka.

Ma'ruf berpandangan, saat ini Indonesia sudah memiliki perkumpulan kerajaan dan kesultanan nusantara. Sayangnya, mereka yang belakangan muncul dan memproklamirkan diri seperti Sunda Empire atau pun Kerajaan Kesultanan Agung tidak masuk dalam daftar perkumpulan.

Sehingga, mereka yang mendadak viral tersebut dinyatakan tidak memiliki pengakuan sah oleh siapa pun, termasuk atas klaim filosofis mereka masing-masing.

"Yang baru itu kan tidak masuk. Itu tidak memiliki kekuasaan dan pengakuan dalam arti konsistensi sebuah kerajaan," kata Ma'ruf.

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com (mdk/bal)

Baca juga:
Polisi Temukan Aliran Dana Rp1,4 Miliar di Rekening Raja Keraton Agung Sejagat
Akui Keraton Agung Sejagat Fiktif, Totok Santosa Minta Maaf
Dicecar Soal Makam Janin, 'Ratu' Keraton Agung Sejagat Selalu Menangis
Geger Ratu Keraton Agung Sejagat Sempat Alami Keguguran
Ketua DPR Minta BIN Cermati Fenomena Kemunculan Kerajaan Baru
Menengok Tunggangan Mewah Fanni Aminadia, Ratu Keraton Agung Sejagat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.