Wapres: Protokol Kesehatan Berbasis CHSE Jadi Standar Persiapan Wisata

Wapres: Protokol Kesehatan Berbasis CHSE Jadi Standar Persiapan Wisata
Wapres Maruf Amin. ©Istimewa
NEWS | 15 September 2021 14:18 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia memprioritaskan aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat sebagai upaya pemulihan pariwisata tahun 2021. Diantaranya melalui penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19.

"Dalam penyelenggaraan kegiatan kepariwisataan di masa pandemi ini, pemerintah Indonesia telah menetapkan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE). Protokol kesehatan berbasis CHSE menjadi standar penyiapan destinasi wisata,” ujar Wakil Presiden Ma’ruf Amin, pada acara Hybrid Event Leaders Summit Asia – Global Tourism Forum (GTF) 2021, Rabu (15/09/2021).

Untuk mewujudkan standar tersebut, lanjut Wapres, diperlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan. Di samping itu, menurut Ma'ruf, program vaksinasi juga diharapkan mampu menjadi basis kuat menuju pemulihan sektor pariwisata.

“Program vaksinasi dilaksanakan dengan sasaran dan skala prioritas yang tepat untuk mencapai herd immunity pada akhir Tahun 2021. Sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, ditargetkan 77 persen atau sekitar 208 juta dari penduduk Indonesia dapat divaksinasi. Hal ini akan menjadi game changer bagi sektor pariwisata,” kata Wapres.

Pemerintah melihat bahwa tren wisata dunia juga diwarnai dengan meningkatnya jumlah destinasi wisata halal di berbagai negara, tidak saja di negara yang berpenduduk mayoritas muslim.

Bagi Indonesia, lanjut Wapres konsep wisata halal berarti pemenuhan fasilitas layanan halal yang ramah bagi wisatawan muslim (moslem friendly tourism) di destinasi wisata, seperti akomodasi, restoran atau makanan halal, tempat ibadah yang memadai, serta fasilitas layanan halal lain.

“Dalam implementasinya, pengembangan wisata halal masih terkendala oleh masih rendahnya literasi masyarakat. Untuk itu, kita semua perlu terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai konsep wisata halal,” katanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Global Tourism Forum tahun ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukan pada dunia bahwa industri pariwisata Indonesia siap bangkit kembali.

“Pesan penting dari penyelenggaraan acara ini adalah Indonesia percaya diri bahwa pariwisata Indonesia dapat segera terbuka kembali dengan standar keamanan dan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Sandiaga.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam level nasional, industri pariwisata Indonesia telah menerapkan kebijakan Indonesia Care yang menjadikan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas utama dalam pelayanan dan fasilitas jasa di sektor wisata.

Sandi menambahkan, sesuai arahan Presiden Jokowi, pembangunan infrastruktur di 5 destinasi wisata super prioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan bajo, dan Likupang akan siap dalam waktu dekat dengan standar pelayanan Asia, bahkan dunia. (mdk/ray)

Baca juga:
Mobilitas Publik ke Tempat Rekreasi hingga Kantor Naik pada Agustus 2021
Wapres Ma'ruf Sebut Tahun 2020 Jadi Periode Terberat Industri Pariwisata Global
Pemkab Pangandaran Ancam Tutup Objek Wisata jika Pelaku Usaha Belum Divaksin
Menko Luhut Ingatkan Pemda: Okupansi Hotel Mendekati Penuh di Lokasi Wisata

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami