Wapres Tinjau Lokasi Rekonstruksi Bangunan Pasca-Gempa di NTB

Wapres Tinjau Lokasi Rekonstruksi Bangunan Pasca-Gempa di NTB
Wapres Maruf Amin. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 20 Februari 2020 05:00 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meninjau lokasi Rekonstruksi Bangunan Pascagempa di Desa Gontoran Barat, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Wilayah tersebut sempat terkena dampak gempa bumi tektonik yang melanda NTB pada 29 Juli 2018 dan 5 Agustus 2019 lalu. Bencana tersebut menimbulkan korban sebanyak 562 orang meninggal dunia, 1.886 orang luka-luka, dan 344.150 orang mengungsi.

Para korban tersebut tersebar di 7 Kabupaten/Kota meliputi Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, dan Sumbawa Barat. Sebagai contoh, jumlah korban di Kota Mataram 9 orang meninggal dunia, 64 orang luka-luka, dan 18.894 orang mengungsi.

Pada kesempatan itu, Wapres beserta istrinya Wury Ma'ruf Amin menerima paparan dari Komandan Resor Militer (Danrem) 162/Wira Bhakti Ahmad Rizal Ramdani. Keduanya juga menyapa dan berdialog dengan para korban yang rumahnya telah diperbaiki. Usai meninjau, Wapres melihat bahwa rehabilitasi pembangunan rumah-rumah masyarakat sudah berjalan baik.

"Saya melihat bahwa hampir seluruhnya, sebagian besar sudah terbangun," kata Wapres di Desa Gontoran, Rabu (19/2).

Wapres berharap masyarakat puas dengan upaya pemerintah dalam merehabilitasi dan merekonstruksi bangunan pasca gempa Lombok.

"Mudah-mudahan masyarakat puas dengan hasil pembangunan ini. Pemerintah tentu ingin berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat, supaya punya rumah lagi (dan) bisa menempati lagi," ucapnya.

Wapres mengimbau, meski terkena musibah, masyarakat harus tetap semangat dalam berjuang untuk membangun kehidupan yang lebih baik lagi.

"Pemerintah senantiasa terus ingin memberikan bantuan dari pusat dan daerah. Karena itu, dengan segala daya upaya Pemerintah berusaha, khususnya dalam pembangunan rumah-rumah yang hancur," tegasnya.

Di sela peninjauan, salah satu kepala lingkungan di Desa Gontoran tersebut mewakili masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih seraya mendo'akan semoga Wapres dipanjangkan umurnya dan sehat selalu.

"Mewakili masyarakat, kami berterima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Daerah, TNI-Polri yang telah membantu kami membangun rumah tahan gempa yang sampai sekarang sudah 100 persen. Demikian," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala BNPB Doni Monardo menuturkan bahwa bukan pekerjaan mudah untuk menangani rumah dengan kategori rusak berat, sedang, dan ringan berjumlah melebihi 226.000 unit.

"Jadi ini bukan pekerjaan mudah, namun berkat kerjasama Pemerintah Pusat dan Daerah, dibantu TNI dan Polri, serta para relawan, Alhamdulillah sampai hari ini sudah hampir 200 ribu unit rumah yang selesai dibangun," paparnya.

Sisanya, lanjut Doni, akan dipercepat, meski ada hambatan yang disebabkan oleh pergantian personil di lapangan. "Memang dalam kurun waktu 2 bulan terakhir, ada sedikit kevakuman karena terjadi pergantian dari unsur TNI," urainya.

Namun, Doni berjanji minggu depan akan ada penambahan 1000 personil yang memiliki kemampuan konstruksi. "Mudah-mudahan minggu depan akan ada penambahan jumlah, sama seperti yang dikirimkan Panglima TNI sebelumnya," tandasnya.

Progres Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascagempa

Sementara, Komandan Resor Militer (Danrem) 162/Wira Ahmad Rizal Ramdani, menjelaskan bahwa rumah yang sudah selesai sebanyak 155.829 unit dengan rincian rumah kategori rusak berat 48.902 unit, rusak sedang 24.124 unit, dan rusak ringan 82.803 unit.

Sedangkan rumah yang masih dalam pengerjaan, lanjutnya, berjumlah 43.179 unit dengan rincian 22.365 unit rumah rusak berat, 4.216 unit rusak sedang, dan 16.598 unit rumah rusak ringan.

Dalam catatan BNPB, dana bantuan yang diberikan sebanyak Rp5.707.582.000.000,- terdiri dari BRI Rp5.396.656.000.000,- BNI Rp14.215.000.000,- dan Bank Mandiri Rp296.711.000.000,-.

Kemudian dana yang telah disalurkan kepada masyarakat berjumlah Rp5.610.367.000.000,- dengan rincian dari BRI Rp5.300.992.000.000,- BNI Rp14.215.000.000,- dan Bank Mandiri Rp295.160.000.000,-.

Sehingga dana yang masih di rekening masyarakat berjumlah Rp262.431.000.000,- dengan rincian di BRI Rp126.691.000.000 dan Bank Mandiri Rp135.740.000.000,- serta di BNI kosong.

Turut mendampingi Wapres pada peninjauan, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Kepala BNPB Doni Monardo, Pangdam IX/Udayana Benny Susianto, serta Kapolda NTB Tomsi Tohir. (mdk/ded)

Baca juga:
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Sumbawa NTB
Anies Baswedan Bertolak ke NTB Resmikan Sekolah Bantuan Pemprov DKI
Pemerintah Perpanjang Masa Transisi Darurat Gempa Lombok
Pimpin Rapat Kebencanaan, Wapres Ma'ruf Amin Bahas Rekonstruksi Palu dan Lombok
Gempa Magnitudo 4.7 Guncang Dompu NTB
Pemerintah Siapkan Dana Tanggap Darurat Bencana Rp5 Triliun di 2020

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami