Warga Amerika yang jadi terdakwa pembunuhan ibunya melahirkan

Warga Amerika yang jadi terdakwa pembunuhan ibunya melahirkan
PERISTIWA | 19 Maret 2015 09:37 Reporter : Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Heather Lois Mack, warga negara Amerika Serikat yang menjadi terdakwa pembunuhan bersama kekasihnya terhadap ibu kandungnya kini sudah menjadi ibu. Kabarnya, Lois melahirkan dengan jalan operasi caesar di RSUP Sanglah, Selasa malam (17/3).

"Iya benar kami terima pasien pendarahan dan akan melahirkan dari Lapas Kerobokan. Kita lakukan tindakan pengangkatan melalui operasi," jelas Kabag Humas RSUP Sanglah, dr Kadek Nariantha, di Denpasar Bali, Kamis (19/3).

Kabar melahirkannya kekasih Tommy Schaefer ini, memang sangat tertutup. Informasi yang didapat, Lois yang tiba sekitar pukul 19.50 Wita, Selasa (18/3), dengan menggunakan Ambulans langsung menuju ke Gedung Wins RSUP Sanglah.

"Kami harap ini dimengerti, karena masalah privasi dan bukan kapasitas saya untuk menerangkan," ujarnya.

Menurutnya, bayi tersebut berjenis kelamin. Melalui pengawalan ketat, Lois kini sudah dipindah ke ruang Jepun khusus pasien habis persalinan di RSUP Sanglah.

Sementara, kekasih Heather Lois Mack yakni Tommy Schaefer baru tahu kekasihnya telah melahirkan pagi ini saat akan menjalani persidangan. Dia baru tahu ketika sejumlah orang menyalaminya dan mengucapkan selamat.

"Kesehariannya sejak kehamilan kekasihnya, si Tommy lebih banyak mengurung diri. Jarang bicara, jadi baru tahu kalau sudah jadi bapak," terang Sudjonggo. (mdk/dan)

Terdakwa pembunuh ibu kandung ribut dengan terdakwa lain di sel

Didakwa pembunuhan berencana, Tommy & Lois menangis di persidangan

Yusril minta 2 warga Amerika pelaku pembunuhan dideportasi

Intip 2 pembunuh wanita dalam koper Bali bermesraan di penjara

Rekonstruksi pembunuhan St Regis Bali digelar tertutup

Hotel St Regis minta polisi agar rekonstruksi digelar tertutup

Polisi gelar reka ulang pembunuhan sadis WN AS di Hotel St Regis

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami