Warga Belanda Tewas Gantung Diri Diduga Depresi Ditinggal Kekasih dan Kehabisan Uang

PERISTIWA | 23 November 2019 02:33 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Seorang warga Belanda bernama Reinoud Alexander Maria Weusten (54) ditemukan gantung diri, di Penginapan Kusuma House, Kamar Nomor 7, Jalan Raya, Kuta tepatnya di sebelah timur Central Parkir Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (22/11) pagi. Diduga Reinoud gantung diri dengan cara menjerat leher pakai kabel charger.

"Dan didukung dengan bukti pada pemeriksaan luar tubuh korban oleh Petugas Inafis ditemukan tanda lidah menjulur. (Pada Kemaluan korban) keluar air mani dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang mengarah terjadinya tindak pidana," kata Kanit Reskrim Polsek Kuta, Iptu I Putu Ika Prabawa, Jumat (22/11).

Sementara dari keterangan saksi di TKP bernama Achmad Yasin (20) yang merupakan karyawan di penginapan saat itu hendak membersihkan kamar. Setelah pintu kamar baru setengah terbuka pintu terganjal kaki korban yang posisinya melintang di depan pintu kamar.

Kemudian, saksi melihat ke dalam dan terlihat tubuh korban dalam kondisi leher terikat badan tengkurep dan saksi memberitahu kepada pemilik penginapan.

"Kemudian, si tuan rumah mengecek ke kamar korban dan ditemukan korban sudah meninggal dan pada lehernya terikat tali charger handphone yang tergantung pada pegangan almari pakaian. Sehari, sebelumnya saksi sempat bertemu dengan korban dan menayakan apakah kamarnya mau dibersihkan dan korban mengatakan besok saja karena besok ia (korban) tidak di sini lagi," ujar Prabawa.

Sementara dari keterangan tuan rumah I Wayan Werka, korban pertama kali masuk penginapan 7 November 2019 dan rencana menginap selama satu minggu. Selanjutnya, pada saat masuk saksi di beritahu oleh korban bahwa ia sedang dalam perawatan medis di Rumah Sakit Siloam karena menderita sakit paru-paru.

Selain itu, juga terlihat pada lengan kiri korban ada bekas suntikan infus selama tinggal di penginapan korban lebih sering tinggal di dalam kamar dan hanya sesekali keluar kamar.

"Pada saat saksi sedang belanja di beritahu oleh karyawannya bahwa tamu di kamar 7 tertidur di lantai dan kaki melintang di depan pintu. Kemudian saksi mengecek dan terlihat korban dalam posisi terlentang dan ada lilitan kabel pada pegangan almari yang dikaitkan ke leher korban. Kemudian saksi memegang kakinya dan ternyata tidak ada respons dari korban dan sudah meninggal," jelas Prabawa.

Atas kejadian itu, saksi melaporkannya ke Mapolsek Kuta Bali untuk penyelidikan lebih lanjut. Sementara untuk barang-barang yang ditemukan di TKP, sebuah surat wasiat yang di tujukan kepada Bapak Wayan Werka alias tuan rumah.

"Yang isinya, permintaan maaf atas semua kejadian ini, alasan korban gantung diri dikarenakan uangnya telah hilang dan pacarnya meninggalkannya. Dan dia tidak mau kembali serta semua barang yang dimilikinya diberikan kepada Bapak Wayan Werka dan permintaan korban agar menghubungi konsulatnya," jelas Prabawa.

"Diduga korban mengalami depresi dengan bukti ditemukannya surat wasiat dengan tulisan tangan korban yang intinya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini," ujar Prabawa.

Baca juga:
Kopilot Wings Air Bunuh Diri, Tetangga di Karanganyar Sempat Menduga Karena Sakit
Surat Sanksi Wings Air di Balik Bunuh Diri Kopilot
Teka Teki Kepala Desa Tewas dengan Lima Tusukan di Dada, Bunuh Diri atau Dibunuh?
Ledakan Bom Bunuh Diri di Polresta Medan, LPSK Fokus Penanganan Medis Korban
Sebelum Gantung Diri, Pria di Serang Kirim Video Permintaan Maaf ke Istri
Seorang Gadis di Karawang Gantung Diri Usai Bertemu Pacar
Diduga Depresi, Kopilot Wings Air Bunuh Diri di Kamar Kos

(mdk/gil)

TOPIK TERKAIT