Warga Berdesakan Saat Pembagian Bansos di Kantor Pos Bandung

Warga Berdesakan Saat Pembagian Bansos di Kantor Pos Bandung
PERISTIWA | 22 Mei 2020 19:06 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Ratusan warga memadati pembagian bantuan sosial (bansos) di Kantor Pos, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (22/5). Antrean yang terjadi tidak menggunakan protokol kesehatan.

Warga yang mengantre bercampur dari mulai anak muda hingga lansia, terlihat pula ada anak-anak yang ikut. Warga tersebut mengantre untuk mendapat bantuan Rp 600 ribu dari pemerintah.

Aturan physical distancing yang digaungkan pemerintah tidak berjalan baik. Padahal, aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlanjut di Kota Bandung hingga 29 Mei.

Salah seorang warga yang mengantre, Lilis Wasilah (39) mengaku sudah antre sejak pagi. Uang bantuan dibutuhkan untuk menyambung hidup di tengah pandemi.

Ia tahu bahwa berkerumun sangat berpotensi menyebarkan virus Corona. "Saya pasrah aja. Soalnya butuh banget uang. Udah habis. Jadi, enggak apa-apalah berdesakan juga," kata ibu dua anak itu.

Ia berharap, protokol keamanan bisa berjalan dengan baik. Apalagi, distribusi bantuan akan berlangsung dua gelombang lagi. Diketahui, bantuan tersebut dibagikan kepada warga miskin tiga kali dalam tiga bulan ke depan.

"Saya berharap bulan depan tidak antre seperti ini," katanya.

Warga lain, Dadang Kurnia (46) meminta pemerintah dan petugas lebih tegas dalam menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai ada klaster baru di tempat pembagian bantuan sosial.

"Pemerintah harusnya tegas. Ini ga ada yang ngatur. Jadi desak desakan. Kami juga ga mau kayak gini, jangan sampai ada klaster PT Pos," pungkasnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Di Balik Bansos Corona, Mereka yang Tidak Mengeluh Meski Tak Tersentuh
Warga Berdesakan Saat Pembagian Bansos di Kantor Pos Bandung
Salah Sasaran, 77 ASN dan Pensiunan di Solo Peroleh Bantuan Tunai Kemensos
Mensos Targetkan Penyaluran BST Sebelum Lebaran Harus Mencapai 8,3 Juta KK
Rawan Dikorupsi, Pemerintah Disarankan Bentuk Tim Khusus Awasi Dana Covid-19
Ketua KPK: Rakyat Miskin Tidak Masuk DTKS Perlu Diberi Bantuan Sosial

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami