Warga Bontang Pelihara 6 Penyu, Dagingnya Diduga Diperjualbelikan

Warga Bontang Pelihara 6 Penyu, Dagingnya Diduga Diperjualbelikan
PERISTIWA | 29 Agustus 2020 21:02 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Kepolisian menangkap HAS (62), warga Bontang, Kalimantan Timur, dengan dugaan melakukan jual beli penyu, satwa yang dilindungi Undang-undang. Polisi menyita 6 penyu hidup, yang diduga dagingnya hendak diperjualbelikan.

HAS (62) ditangkap dirumahnya, kawasan Bontang Kuala, Bontang Utara. Selain 6 penyu hidup, polisi juga menyita uang sisa penjualan daging penyu Rp 180.000.

"Pelaku kami amankan Jumat (28/8) kemarin," kata Kapolres Bontang AKBP Hanifa Martunas Siringoringo, dalam penjelasan Sabtu (29/8) sore.

Hanifa menerangkan, kasus itu terbongkar, menyusul adanya kabar perdagangan daging penyu, di kawasan Bontang Kuala. "Jadi, setelah dilakukan penyelidikan, ternyata benar di rumah (pelaku), ada 6 penyu yang masih hidup, di dalam keramba," ujar Hanifa.

Di kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polres Bontang AKP Mahfud Hidayat menambahkan, timnya masih menyelidiki asal usul penyu itu, hingga diperoleh pelaku HAS.

"Darimana penyu-penyu itu didapat, akan dikemanakan penyu itu, dan sejak kapan menjalani usaha itu, saat ini masih dalam pengembangan ya," ujar Mahfud.

Saat ini, pelaku diamankan di Polres Bontang, bersama barang bukti 6 penyu. Sementara ini, keenam penyu hidup itu, dititipkan ke Dinas Perikanan Kota Bontang.

Pelaku ditetapkan tersangka, dengan jeratan Pasal 40 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (2) huruf (b) dan (b) UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman 5 tahun penjara, atau denda Rp100 juta.

"Dugaannya, melakukan tindak pidana menangkap, membunuh, memiliki dan perdagangan satwa yang dilindungi jenis Penyu," pungkas Mahfud. (mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami