Warga Bosan Jalankan Protokol Kesehatan, Pasien Covid-19 di Sumsel Naik

Warga Bosan Jalankan Protokol Kesehatan, Pasien Covid-19 di Sumsel Naik
PERISTIWA | 14 Juli 2020 20:20 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Selama dua pekan terakhir terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Sumatera Selatan sebesar 13 persen. Mayoritas pasien tersebar di Palembang yang mencapai 67 persen secara keseluruhan. Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sumsel Iche Andriyani Liberty mengungkapkan, peningkatan penyebaran kasus corona utamanya disebabkan menurunnya disiplin protokol kesehatan oleh masyarakat.

Mereka cenderung sudah bosan dan lengah sehingga rentan tertular. "Masyarakat mulai lengah dengan protokol kesehatan, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker. Itu membuat angka kasus Covid-19 di Sumsel naik 13 persen selama dua pekan ini," ungkap Iche, Selasa (14/7).

Peningkatan penyebaran corona juga terjadi pada kasus kematian. Hal ini mesti menjadi kewaspadaan semua pihak agar tidak tertular terlebih memiliki riwayat penyakit penyerta.

"Kasus kematian di Sumsel meningkat, tentu menjadi warning untuk meningkatkan kewaspadaan. Pandemi belum selesai, kita tidak balik ke kebiasaan normal, new normal adalah kebiasaan baru bersih dan hidup sehat," kata dia.

Iche mengatakan, pihaknya merekomendasikan daerah zona merah dan kuning tidak menggelar kegiatan belajar mengajar secara langsung atau tatap muka. Sekolah kembali dibuka jika daerah itu dinyatakan zona hijau dan selama dua pekan tidak ada kasus baru.

"Kami rekomendasikan sekolah jangan dulu dibuka, jangan tatap muka karena angka penularan atau RT masih tinggi, sangat berbahaya," ujarnya.

Terkhusus bagi Pemerintah Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin pihaknya merekomendasikan untuk memperketat disiplin kesehatan masyarakat. Setiap dua pekan sekali harus dilakukan evaluasi secara menyeluruh dan masif yang bertujuan menekan penularan.

Pemerintah setempat harus mengaktifkan gugus tugas dari tingkat kota hingga RT. Begitu juga dengan tracing secara masif, imbauan melibatkan tokoh masyarakat dan agama, serta berkoordinasi dengan PD Pasar untuk menekan penularan di pasar sehingga memunculkan klaster baru.

"Penggunaan masker yang baik dan benar, kita harus menutup mulut dan hidung. Jangan sampai masker ditarik ke bawah dagu karena virus bisa menyangkut di dagu," tegasnya.

Sementara perkembangan pasien Covid-19 hari ini bertambah 51 orang yang berasal dari Palembang sebanyak 45 orang, Banyuasin lima orang, dan Muara Enim satu orang, sehingga menjadi 2.754 pasien. Pasien sembuh bertambah 19 orang menjadi 1.329 dan kasus kematian empat orang sehingga totalnya kini berjumlah 133 orang.

"Kasus aktif saat ini masih 1.292 orang, angkanya masih tinggi dan berisiko terjadi penularan karena mayoritas berstatus orang tanpa gejala," pungkasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Data Terbaru Gugus Tugas, 54 Kabupaten/Kota Tidak Ditemukan Kasus Covid-19
Omnibus Law Jadi Pilihan Paling Rasional Atas Krisis Ekonomi Imbas Corona
Pedagang Meninggal Akibat Covid-19, Pasar Harjodaksino Solo Disemprot Disinfektan
Ganjar Heran Solo Disebut Zona Hitam Covid-19
Bapak Telat Gajian, Anak Penggali Makam Jenazah Pasien Covid-19 Putus Sekolah
Studi di Jerman: Virus Corona Tidak Mudah Menyebar di Sekolah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami