Warga Cirebon Geger Puluhan Ekor Kambing Mati Misterius dan Mengenaskan

PERISTIWA | 14 Desember 2019 09:29 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dua puluh lebih kambing milik warga Desa Wilulang, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon, ditemukan mati tanpa diketahui penyebabnya. Warga bertanya-tanya sebab kematian kambing yang terlihat mengenaskan itu.

Sekretaris Desa Wilulang, Ela Julaeha, kepada Liputan6.com mengatakan, tercatat sudah 25 kambing mati secara misterius.

"Sudah dua kali kejadian minggu yang lalu sembilan ekor mati dan minggu sekarang sekitar Rabu malam Kamis 13 ekor mati soal hari nya saya lupa," katanya, Jumat (13/12).

Ela mengatakan, berdasarkan pengakuan warga, kambing tersebut diduga dibunuh pada malam hari. Namun, pemilik kambing merasa pada malam kejadian tidak ada yang mencurigakan.

Warga mengetahui kambing peliharaannya mati pada pagi hari saat ingin memberi makan.

"Bagian lehernya patah berdarah dan bagian perut ususnya terburai. Kambing langsung dikubur saat itu juga," katanya.

Di bagian yang luka, terdapat seperti bekas gigitan binatang buas. Namun, belum diketahui binatang jenis apa yang mengganggu yang masuk ke permukiman warga Desa Wilulang tersebut.

Atas kejadian itu, warga dan aparat desa setempat sepakat meningkatkan ronda malam melalui Siskamling. Sejak diberlakukan Siskamling, belum ada kejadian serupa di perkampungan warga.

"Sambil kami diselidiki barangkali datang lagi. Diduga yang membunuh semacam anjing hutan," katanya menambahkan.

1 dari 1 halaman

Diduga Diserang Anjing Hutan

Kepala Desa Wilulang, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon, Iyoy Sonjaya menduga kematian kambing warganya karena diserang kawanan anjing hutan (serigala) yang kelaparan.

"Perlu kami luruskan, ternak kambing yang mati semalam bukan oleh siluman, tapi diserang kawanan anjing hutan," kata Sonjaya.

Sonjaya menambahkan, saat ini pemerintah dan paguyuban masyarakat Desa Wilulang akan melakukan penjagaan sebagai bentuk antisipasi agar tidak ada lagi ternak yang menjadi korban kawanan anjing hutan.

"Kalau data yang saya dapat ada 21 ekor yang mati. Kami mengimbau agar masyarakat waspada jika malam hari, Siskamling kami intensifkan," ujarnya menambahkan.

Reporter: Panji Prayitno
Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
Kerbau Patungan Warga untuk Kurban Dicuri di Bogor
Belasan Sapi Mati Bersamaan Usai Disambar Petir di Kupang
Kisah Dita Agusta Hidup Serumah Bersama 250 Kucing Lokal
Keanekaragaman Hayati Nusantara Dipamerkan di Lapangan Banteng
Ini LiLou, Babi Terapis Pertama di Dunia yang Bekerja di Bandara San Fransisco
VIDEO: Bocah 8 Tahun Kritis Usai Diserang Anjing Pit Bull

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.