Warga Karawang Olah Kerang Hijau Jadi Lauk dan Pakan Ternak

PERISTIWA | 13 Desember 2019 02:04 Reporter : Bram Salam

Merdeka.com - Kemunculan kerang hijau dalam jumlah yang banyak di Pantai Sungai Buntu, Karawang, merupakan fenomena yang jarang terjadi. Salah seorang warga, Darmin menerangkan warga berebut mengambil kerang hijau.

Warga mengolah kerang-kerang tersebut untuk dijadikan lauk dan pakan ternak. Selain itu, ada juga yang menjualnya dengan harga Rp5.000 per liter.

"Kebanyakan buat dikonsumsi untuk dimasak, dibuat sayur," kata Darmin kepada wartawan, Kamis (12/12).

Tim peneliti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kelautan melakukan penelitian dan mengambil sampel kerang, untuk dilakukan uji laboratorium karena diduga kemunculan tumpukan kerang hijau terindikasi pencemaran limbah berat.

"Kalau hasil uji lab mengandung limbah berat akan berdampak pada kesehatan manusia yang mengonsumsinya, dan sebetulnya dilarang untuk dikonsumsi," kata Kepala Seksi Pemantau Pencemaran Laut Kementerian Lingkungan Hidup, Iksan.

Terpisah, Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE-ONWJ) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) mengambil sampel kerang hijau untuk dilakukan uji laboratorium. Nantinya hasil penelitian akan disampaikan ke KKP dan KLHK.

"Kami berupaya memastikan dan memonitor perkembangan di lapangan, termasuk di antaranya mengirimkan tim QHSSE yang bekerja sama dengan IPB, telah melakukan pengambilan sampel biota laut seperti kerang, ikan dan kualitas air laut," ujar Vice President Relations Pertamina Hulu Energi Ifki Sukarya saat dihubungi. (mdk/cob)

Baca juga:
Kerang Hijau Bermunculan di Pantai Karawang, Diduga Dampak Pencemaran Limbah
Tidak Tahan Bau Limbah Menyengat, Ratusan Warga Sukoharjo Geruduk Pabrik PT RUM
Hamparan Busa Selimuti Pantai di India
Air Sungai di Denpasar Berubah Merah Akibat Pencemaran Limbah Tekstil
Pengusaha Sebut Kendaraan Listrik Masih Berpotensi Cemari Lingkungan
Industri Alkohol, Batik dan Peternakan Babi Terbukti Cemari Sungai Bengawan Solo

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.