Warga Karawang Olah Limbah Cair Rumah Tangga Jadi Air Bersih

PERISTIWA | 6 Desember 2019 00:05 Reporter : Bram Salam

Merdeka.com - Warga Karawang membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal Wetland-Biocord, untuk mengolah limbah cair rumah tangga menjadi air bersih.

IPAL Wetland-Biocord ini mampu mengolah air limbah dapur, mandi dan cuci warga Perumnas Bumi Teluk Jambe yang selama ini dibuang ke Sungai Cidadap yang bermuara ke Sungai Citarum.

"Prinsip kerjanya adalah menggunakan Serat sintetis (biocord) sebagai media tempat tinggal mikroba, yang membantu menguraikan partikel pencemaran yang terkandung dalam air limbah domestik sehingga berubah fisik menjadi lebih baik dan menjadi bahan baku air bersih," kata Ketua Komunitas Swadaya Masyarakat, Hendro, Kamis (5/12).

Hendro menerangkan Wetland Biocord adalah bentuk dari constructed wetland (wetland dengan rancang bangun) yang menjadi program baik, bila bisa dikembangkan sebagai sarana pengurangan beban pencemaran air sungai yang bersumber dari Limbah cair domestik.

Wetland biocord merupakan salah satu metode pengurangan beban pencemaran limbah cair domestik. Program yang dimulai di akhir tahun 2017 dikelola oleh komunitas sahabat lingkungan, yang didukung Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dalam praktiknya, warga membangun fisik di area fasilitas umum Perumahan Bumi Teluk Jambe yang berbatasan dengan bantaran sungai.

Di tahap awal, IPAL Wetland Biocord tahap dibangun dengan kapasitas 700 m3/hari pada tahun 2017, untuk mengolah air limbah rumah tangga dari 350 KK yang bermukim di Blok L Perumnas Bumi Teluk Jambe.

Karena tingkat pencemaran yang cukup besar, maka pada 2018 dibangun lagi IPAL Wetland-Biocord dengan kapasitas sebesar 2 ribu m3/hari untuk mengolah air limbah dari 1000 KK pemukim di Blok K Perumnas yang sama.

Dengan total kapasitas 2700 m3, pengoperasian IPAL ini berhasil menurunkan beban pencemaran yang masuk ke aliran DAS Citarum berupa limbah organik sebesar 91,8 ton COD/tahun dan padatan tersuspensi 19,7 ton TSS/tahun.

Lebih lanjut Hendro, mengatakan, selain pembangunan IPAL Wetland Biocord, juga dikembangkan pembangunan Ekoriparian Citarum Karawang.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan areal bantaran sungai Cidadap di Desa Sukaluyu sebagai tempat wisata dengan konsep edukasi lingkungan. Pengembangan Ekoriparian ini diharapkan dapat membantu mengubah pola pikir masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, khususnya sungai.

"Peran serta masyarakat sebagai ujung tombak dalam peningkatan kualitas air sungai sangat penting perannya dalam pengelolaan, pemanfaatan, pengembangan, dan dalam menjamin keberlanjutan fungsi Ekoriparian," terangnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Salahi Aturan, Proyek IPAL Komunal Senilai Rp900 Juta di Solo Dibongkar
Ganjar Ancam Polisikan Perusahaan yang Buang Limbah Sembarangan
Di Kroasia, Cak Imin Minta Eropa Setop Ekspor Sampah Plastik ke RI
Air Sungai di Denpasar Berubah Merah Akibat Pencemaran Limbah Tekstil
Industri Alkohol, Batik dan Peternakan Babi Terbukti Cemari Sungai Bengawan Solo
Pemprov Sumut Kirim Tim Pelajari Merkuri Cemari Madina

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.