Warga Malang Sempat Ragukan Kebersihan Tap Water yang Disediakan PDAM

Warga Malang Sempat Ragukan Kebersihan Tap Water yang Disediakan PDAM
PERISTIWA » MALANG | 29 Agustus 2019 18:07 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Evan Esa dan Aditya Reksa sesekali memanfaatkan air minum dari anjungan ZAMP (Zona Air Minum Prima) yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Fasilitas anjungan dalam bentuk kran berikut instalasinya tersebar di sekolah dan fasilitas umum, termasuk di Jalan Ijen Kota Malang.

Sambil duduk-duduk menjelang berangkat atau istirahat kerja, keduanya memanfaatkan anjungan tersebut. Bahkan, baik Evan maupun Aditya langsung minum saat dahaga.

"Awalnya sempat ragu-ragu. Hiegenis apa nggak, tapi setelah minum nggak apa-apa. Berarti memang aman," kata Evan Esa di anjungan Jalan Ijen Kota Malang, Kamis (29/8).

"Saya kadang buat nandon, membawa ke indekos," sahut Aditya Reksa yang mengaku sempat indekos tidak jauh dari lokasi.

Kata Evan banyak masyarakat yang memanfaatkan anjungan air minum tersebut, terutama saat terik. Lokasinya dianggap strategis karena berada di jalan umum dan lokasi tempat istirahat.

"Hari Minggu kan di sini lokasi car free day, banyak orang, banyak yang memanfaatkan," tegasnya.

Sementara Aditya mengaku setuju, jika fasilitas serupa banyak didirikan di tempat-tempat umum. Karena sementara ini dirasakan masih terbatas di tempat-tempat tertentu.

Pengguna lain, Ari mengaku hampir setiap hari menggunakan fasilitas air di anjungan. Ia yakin air tersebut aman diminum sesuai dengan tulisan yang tertera di anjungan tersebut.

"Masak dari pemerintah kok tidak aman," katanya setengah balik bertanya.

Sementara Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Malang, Nor Muklas mengatakan sebanyak 150 anjungan disediakan di Kota Malang. Anjungan tersebut berlokasi di sekolah-sekolah dan fasilitas umum.

Air PDAM, ditegaskan Nor Muklas aman dikonsumsi sesuai dengan standarisasi kesehatan dan secara periodik dilakukan pemantauan melalui uji laboratorium.

"Selama ini kalau ada bau sedikit yang tidak natural dari air kami, masyarakat mengira menggunakan kaporit. Padahal itu zat yang sesuai stadarsisasi kesehatan, itu aman. Namanya kita klorinasi, justru itu yang mengamankan air kita dari segala bakteri. Jadi cukup sehat untuk dikonsumsi," katanya.

Selama ini masyarakat memang belum terbiasa mengonsumsi langsung dari air kran. Tetapi PDAM mempunyai dasar justifikasi dan merekomendasikan kalau air tersebut benar-benar aman dan sehat.

Muklas pun berharap masyarakat memanfaatkan anjungan air tersebut sesuai dengan proporsi dan ikut menjaganya. Pemanfaatan anjungan harus sesuai dengan kegunaan, yakni untuk kepentingan air minum.

"Kami berharap karena menjadi hak dan milik publik harus kita jaga bersama, kita manfaatkan sesuai proporsional. Konteksnya kepentingan air minum, maka jangan disalahgunakan untuk kepentingan lain," tegasnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Tap Water Stasiun MRT Dukuh Atas Sering Dikonsumsi Warga Usai Berolahraga
Pengunjung Senang Ada Keran Air Siap Minum di Museum Nasional
VIDEO: Manfaatkan Keran Air Siap Minum di Museum
Keran Air Siap Minum Lapangan Banteng Sering Dipakai untuk Cuci Tangan & Muka
VIDEO: Tiga Macam Air Siap Minum Dari Keran di Balai Kota DKI
Tujuh Negara dengan Keran Air Siap Minum Terbersih di Dunia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami