Warga Menyisir Lokasi Munculnya Ular di Pasar Kemiri Muka Depok

PERISTIWA | 15 Desember 2019 02:03 Reporter : Bagus Kusumo Sejati

Merdeka.com - Fenomena kemunculan ular kobra sedang marak akhir-akhir ini. Saat ini melanda di Pasar Kemiri Muka, Depok, yang bahkan telah menimbulkan korban gigitan pada pedagang pasar bernama Wagiman.

Mumuh (41) salah satu saksi menjelaskan, korban pada awalnya sempat dibawa ke klinik. Namun, klinik tersebut menyatakan tidak sanggup dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok.

"Itu kejadian 2 hari yang lalu jam 4 sore, keadaan lagi sepi, pas saya keluar lihat kenapa Pakde? Terus dia bilang kepatuk uler, dia bilang engga apa-apa, eh pas sudah mulai agak lemas, dia pulang sama saudaranya," jelas Mumuh di Pasar Kemiri Muka, Depok, Sabtu (14/12).

Mumuh menuturkan, kejadian serangan ular kobra baru kali ini terjadi. Sebelumnya, di sana memang banyak ular tetapi tidak pernah keluar sampai ke kios pedagang.

Mumuh mengaku bingung dalam mengadukan kejadian seperti ini. Menurut dia, selama ini tidak ada sosialisasi atas cara pengaduan ke damkar.

"Kita ngeri juga sini kan kalo pagi ramai banget, kan keluar-masuk orang, takutnya pengunjung yang kurang tau daerah sini kena," pungkasnya.

Merdeka sempat memantau langsung ketika seekor ular berhasil ditangkap oleh Ariyanto (43), dibantu dengan warga lainnya. Penangkapan dilakukan dengan cara menggunakan sebilah bambu, lalu ditangkap dengan tangan kosong dan dimasukkan ke botol. Ular tersebut berukuran kurang lebih 50 cm. Saat berhasil ditangkap, Ariyanto mengeluarkan bisa ular tersebut dengan menekan kepalanya menggunakan tangan kosong.

Ariyanto dan warga setempat memancing ular agar keluar dari sarangnya dengan cara membakar sampah di dekat lubang yang sering terlihat ular.

"Ya enggak sengaja nyari, lagi bersih-bersih begitu keluar ular," kata Aryanto.

Aryanto menuturkan bahwa sejak dulu kawasan di sekitar bantaran rel kereta memang kerap terdapat ular. Namun, tidak pernah sampai ke kios pedagang.

"Setiap hari pokoknya ada lah 2-3 pasti ada. Biasanya habis Zuhur keluar," kata Aryanto.

Aryanto menduga, terdapat sarang ular di bawah pohon kapuk yang sudah ada sejak lama di dekat lokasi. Diduga sarang terdapat pada lubang di dasar pohon tersebut.

"Pas zaman saya mandor pemasangan pagar kereta, ada pekerja yang mau pasang pagar di sini. Katanya ada ular lagi keluar kayak melotot begitu terus masuk lagi ke dalam. Eh dia bilang enggak deh pak ada ular di dalam mending saya enggak dibayar deh enggak berani pasang pagar ini," kata dia.

Ariyanto mengaku khawatir dengan kemunculan ular kobra yang kerap terjadi. Dia khawatir apabila ada seseorang yang sedang menyeberang rel kereta diserang oleh ular, terutama saat malam hari. (mdk/eko)

Baca juga:
Penemuan 18 Anak Ular Kobra Resahkan Warga Karawang, Seekor Induk Ditangkap
3 Orang Dipatuk Ular Dirawat di RSUD Depok
Kerja Bakti, Warga Citayam Village Tangkap Anak Kobra
Lagi Tunggu Pembeli, Pedagang Sayur di Pasar Depok Dipatuk Anak Kobra
Damkar Kabupaten Bogor sebut 3 Perumahan di Citayam Diteror Ular kobra

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.