Warga Temukan Mayat Guru SD Cium Bau Tak Sedap, Dikira Bangkai Cicak

Warga Temukan Mayat Guru SD Cium Bau Tak Sedap, Dikira Bangkai Cicak
PERISTIWA | 10 Juli 2020 13:59 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Kasus perkosaan dan pembunuhan terhadap guru SD Efriza Yuniar (50) oleh pemuda AD alias AP (18) membuat warga gempar. Mereka tak menduga janda tersebut tewas mengenaskan di tangan tetangganya sendiri.

Tetangga korban, Triyana (52) mengungkapkan, awalnya istrinya Juwita (51) menghubungi korban namun ponselnya tak aktif. Istrinya pergi ke sekolah untuk mencari lalu menghubungi sesama guru tetapi tak ada yang tahu keberadaan korban.

"Istri saya dan korban sama-sama guru di SD, ada keperluan sekolah jadi dikontak, tapi tidak ada kabar," ungkap Triyana, Jumat (10/7).

Juwita dan anaknya mengajak beberapa warga mencari korban di rumahnya. Pintu rumah dalam posisi terkunci dan warga sempat berniat mendobraknya. Tak lama, kunci rumah ditemukan terselip di bawah pintu.

Warga membuka dan mencari seisi rumah namun tak menemukan korban. Warga pun keluar rumah untuk berembuk mencari korban di tempat lain.

Penasaran, warga kembali masuk untuk memastikan korban tak ada di rumah. Mereka mencium bau tak sedap namun dikira hanya bangkai cicak. Bau itu tak dihiraukan karena mereka tidak terpikir korban sudah tewas.

"Baunya tidak terlalu menyengat, makanya cuma dikira bangkai cicak saja," ujarnya.

Para saksi penasaran dengan ember di dalam kamar mandi yang dibungkus seprei dan diikat. Mereka memberanikan diri membukanya dan begitu kagetnya menemukan mayat korban dengan posisi tanpa busana dan tangan terikat.

"Posisinya kaki di atas kepala di bawah. Saya sendiri tak sanggup melihatnya. Memang tidak ada luka-luka, cuma kondisinya tragis," kata dia.

Kemudian, Triyana menghubungi polisi dan selanjutnya mayat korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Warga semakin kaget karena pelaku perkosaan dan pembunuhan tak lain adalah tetangganya sendiri.

"Bu Yuyun itu orangnya baik, dia perantauan, tidak pernah ada masalah dengan warga. Ya orangnya dihormati warga karena sudah lama jadi guru di kampung," katanya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Pemerkosa dan Pembunuh Guru SD Sempat Bantu Warga Antar Mayat ke Rumah Sakit
Pembunuh Guru SD di Banyuasin Diringkus, Motif Pemerkosaan
4 Saksi Diperiksa, Guru SD di Banyuasin Diduga Tewas karena Jeratan di Leher
Guru SD di Banyuasin Ditemukan Tewas Terikat dalam Ember
Pembunuh Remaja Putri di Palembang Masih Siswa SMK, Modus Tawarkan Pekerjaan
Diperiksa Selama 5 Hari, Saksi Kasus Pembunuhan Diduga Dianiaya di Kantor Polisi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami