Warung musiman mulai hiasi jalur Pantura Karawang-Subang sambut pemudik

Warung musiman mulai hiasi jalur Pantura Karawang-Subang sambut pemudik
PERISTIWA | 8 Juni 2018 23:31 Reporter : Bram Salam

Merdeka.com - Musim mudik lebaran tahun ini tak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya momen arus mudik dan balik menjadi berkah warga dengan berdagang dadakan di sepanjang pantura Karawang hingga Subang, Jawa Barat.

Warung dadakan menjajakan dan menawarkan makanan dan minuman kepada para pemudik yang melewati jalur Pantura. Karena sejumlah pemudik akan berhenti untuk beristirahat selama perjalanan menuju kampung halaman.

Salah seorang pemilik warung, Komarudin (35) menuturkan, dirinya membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk medirikan warung tersebut dan menghabiskan biaya sekitar Rp 700.000 hingga Rp 1 juta. "Pokoknya dari mulai membangun sampai modal, habis Rp 3 juta," ujar Komarudin, saat di temui di jalur mudik Pantura Karawang, Jumat (8/6).

Menurut warga Cikalongsari,Jatisati ini, menjadi pedagang dadakan saat musim mudik sudah dilakoninya sejak empat tahun silam atau sudah dijalani sebanyak empat kali arus mudik dan balik lebaran.

Berkaca dari pengalaman di tahun sebelumnya, ia mengaku, keuntungan yang bisa dia raih bisa mencapai Rp 1,5 juta selama momen arus mudik dan arus balik walaupun kendaraan pribadi jarang melintasi jalur Pantura sejak adanya Tol Cipali.

"Alhamdulilah lumayan untungnya, tahun kemarin, keuntungan dari jualan seperti ini dalam satu minggu sekitar Rp 1,5 juta," jelasnya.

Ramainya pembeli, jika terjadi penumpukan kendaraan roda dua karena pengunjung terbanyak pada tahun kemarin rata-rata merupakan pengendara roda dua.

"Sekali berhenti di warung ini, tahun kemarin, ada 50 sampai 200 kendaran roda dua," katanya.

Sedangkan pedagang lainnya, Yanti (40) menuturkan, jelang arus mudik tahun ini, jumlah warung dadakan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya karena tergiur dengan keuntungan yang besar.

"Tahun kemarin di jajaran ini hanya ada 5-7 warung, sekarang yang menjadi pedagang dadakan saat musim mudik bertambah hingga 12 warung," terangnya.

Dia berharap pada musim mudik tahun ini bisa meningkat lagi keuntungan yang didapat , karena biasanya pemudik yang beristirahat paling banyak pagi hari dan malam hari.

"Biasanya pemudik yang berhenti, untuk sekedar istrihat dan jajan paling banyak itu terjadi pagi hari dan malam hari, berharap ada peningkatan keuntungan yang diraih," tandasnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Jalan melayang ruas Maros-Bone beroperasi fungsional sambut mudik Lebaran 2018
H-7 lebaran, pemudik mulai padati Stasiun Pasar Senen
Jelang arus mudik, petugas Dishub cek kelayakan bus Terminal Kampung Rambutan
Kapolda Jabar imbau pemudik sepeda motor beralih ke angkutan umum
Masinis di Stasiun Senen dipastikan siap antar pemudik ke kampung halaman
Arus mudik, lonjakan penumpang mulai terjadi di Bandara Soekarno-Hatta
Antisipasi sabotase, Polsek Jebres Solo sisir rel kereta api

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Curhat Siswa Lulusan Tanpa Ujian Nasional

5