Waspada, privasi pelanggan ojek online bisa disalahgunakan

Waspada, privasi pelanggan ojek online bisa disalahgunakan
Gojek. ©2015 merdeka.com/imam buhori
NEWS | 9 September 2015 18:02 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Layanan ojek online kini tengah marak-maraknya digunakan oleh masyarakat kota. Hanya dengan membuka aplikasinya, masyarakat bisa dijemput dan diantar ke tempat tujuan, dengan tarif yang sangat murah.

Sayangnya, privasi pelanggan dalam layanan ini tidak terjamin kerahasiaannya sehingga kerap disalahgunakan oleh pengendara. Seperti beberapa pengalaman pelanggan ojek online yang merasa di teror oleh pengendara, yang kemudian di posting oleh Aston Elza Lidya melalui akun Facebook-nya, (4/9).

"MOHON PERHATIAN KEPADA PELANGGAN OJEK ONLINE PELANGGARAN PRIVASI OJEK ONLINE TERHADAP PENUMPANG AKIBAT LEMAHNYA SISTEM PRIVASI APLIKASI OJEK ONLINE DATA ANDA BISA DISALAHGUNAKAN OLEH PENGEMUDI OJEK ONLINE

Untuk membuktikannya, mari kita ikuti alur pemesanan Go-Jek dan GrabBike dari awal hingga akhir. Ketika anda mulai memesan Go-Jek / GrabBike lewat aplikasi mobile, maka nama ANDA akan tercantum di smartphone si pengendara Go-Jek / GrabBike, beserta rute pengantaran yang anda inginkan. Setelah itu, pengendara Go-Jek / GrabBike tadi bisa menghubungi NOMOR TELEPON anda, untuk mengkonfirmasi titik jemput. Setelah itu, kalau anda minta diantar ke rumah atau ke kantor, maka secara tidak langsung ia juga akan mengetahui ALAMAT RUMAH atau ALAMAT KANTOR anda. Jadi dalam sekali perjalanan saja, seorang pengendara Go-Jek / GrabBike sudah bisa mengetahui data-data Nama anda, Nomor Telepon anda, dan Alamat Rumah atau Kantor anda. Hal itu jelas merupakan sebuah pelanggaran privasi yang rentann disalahgunakan, dan akibatnya bisa jadi menyeramkan.

CONTOH KASUS.

TEROR terhadap PENUMPANG yang memberikan REVIEW negative atas PENGENDARA OJEK ONLINE yang digunakannya

privasi pelanggan ojek online

Dari sebuah tulisan di website Tech in Asia, kita bisa melihat bagaimana seorang pengendara Go-Jek meneror seorang penumpang yang telah ia layani lewat SMS, karena si penumpang memberinya review yang buruk. Seorang teman saya yang tidak mau disebutkan namanya pun menyebutkan kalau ia pernah menerima SMS yang bernada kasar dari seorang pengendara Go-Jek karena alasan yang sama. Dan saya yakin selain mereka berdua, masih ada banyak penumpang Go-Jek lain yang mengalami hal serupa.

Setelah saya telusuri, ternyata memang seorang pengendara Go-Jek akan langsung menerima notifikasi atau pemberitahuan tentang review yang mereka dapat dari seorang penumpang. Review yang buruk tentu bisa menyebabkan mereka kehilangan pekerjaan mereka sebagai seorang pengemudi Go-Jek. Karenanya, beberapa dari mereka ada yang nekat mengirim SMS bernada kasar, serta memberi ancaman kepada penumpang yang memberikan review buruk tersebut. Masih untung apabila berhenti sampai di situ, tapi bagaimana kalau mereka sampai datang ke rumah kita dan membahayakan diri serta keluarga kita? Atau bagaimana kalau mereka datang ke kantor kita dan mempermalukan kita di hadapan rekan-rekan kerja kita?

Berbeda lagi yang dilakukan oleh seorang pengendara GrabBike yang ditumpangi oleh teman saya. Kebetulan teman saya merupakan seorang perempuan. Teman saya tidak memberikan review buruk atau semacamnya setelah perjalanan, tapi ia pun juga mendapat SMS dari sang pengemudi GrabBike. Berbeda dengan cerita saya sebelumnya, kali ini SMS tersebut berisi kata-kata bernada menggoda. Berikut contoh SMS dari pengemudi GrabBike tersebut:

privasi ojek online

Bayangkan kalau si pengemudi tersebut merupakan seorang psikopat yang sampai menelepon berkali-kali atau langsung datang ke rumah teman saya untuk menggoda teman saya tersebut. Sangat menyeramkan, bukan?

Semoga Go-Jek dan GrabBike bisa belajar dari insiden ini, dan selanjutnya berusaha memberikan jaminan privasi yang lebih aman. Sebaliknya, sebagai pengguna, mari kita sadar akan pentingnya menjaga privasi ketika menggunakan aplikasi mobile seperti Go-Jek dan GrabBike, sebelum terjadi hal-hal buruk kepada diri kita dan keluarga kita.

USUL KEPADA OJEK ONLINE

APLIKASI HARUS DIREVISI

Gunakanlah order dari ID saja. Komunikasi untuk titik jemput melaui komunikasi VOIP atau DATA

GUNAKAN METODE KOMUNIKASI IP /ID SEPERTI HALNYA YM atau SKYPE

Pelanggan tidak DITAMPILKAN NO HP nya dan pengemudi ojek hanya tahu ID pelanggan. AMAN.

Catatan: Artikel ini ditulis oleh Adityahadi dan telah dimuat di sini. Redaksi meminta maaf telah mengambilnya dari sosial media tanpa menyebutkan sumber aslinya.

(mdk/tyo)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami