Waspadai Gerakan Kelompok Radikal Intoleran Buat Konflik, Jangan Mudah Terhasut

Waspadai Gerakan Kelompok Radikal Intoleran Buat Konflik, Jangan Mudah Terhasut
Demo toleransi agama. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori
NEWS | 12 September 2022 17:19 Reporter : Didi Syafirdi

Merdeka.com - Kelompok radikal terus berupaya membuat konflik dan kekacauan. Momentum ini akan dimanfaatkan untuk menghancurkan persatuan. Untuk itu jangan mudah termakan isu SARA ditengah masyarakat yang majemuk.

"Sekarang ini, hal seperti SARA kembali dimunculkan oleh kelompok-kelompok itu. Jadi sudah ada potensi dan tokoh-tokohnya sudah ada yang muncul meskipun yang lain masih merayap," ujar Direktur Amir Mahmud Center, Amir Mahmud dalam keterangannya, Senin (12/9).

Amir mengatakan, perlu diwaspadai gerakan kelompok intoleran menjelang Pemilu kerap memainkan isu politik identitas. Mereka, kata Amir, ingin menggoyahkan stabilitas bangsa yang berlandaskan Pancasila.

"Mereka itu selalu mencari kesempatan atau ruang yang bisa memperoleh atau meraih yang nantinya akan bisa terwujud suatu konflik," ungkap lulusan Akademi Militer Afghanistan ini.

Untuk itu, Dia menilai pentingnya peran bersama mewujudkan daya tangkal masyarakat dari provokasi yang menimbulkan perpecahan. Dengan cara menanamkan nilai moderasi beragama dan wawasan kebangsan.

"Seperti selama ini BNPT sebagai lembaga yang telah menjalin kerjasama dengan berbagai unsur masyarakat dalam membuat narasi, itu saya pikir harus sudah lebih mengarah kepada pelatihan-pelatihan kepada para stakeholder terkait, lalu untuk segera disosialisasikan," jelasnya.

Amir kerap membuat kajian kontra narasi dan ideologi dari paham radikal terorisme. Dia juga berharap dapat membangun generasi muda tidak hanya mencintai bangsanya, namun juga berusaha membekali masyarakat dengan wawasan keagamaan.

"Karena kita ini didasari oleh lima dasar Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha yang pertama. Inilah kenapa saya harus membangun nilai-nilai wawasan kebangsaan yang religius. Karena Pancasila ini sangat religius sekali sebenarnya," tuturnya.

Amir juga berpesan kepada semua pihak, khususnya para tokoh dan organisasi masyarakat yang moderat untuk senantiasa berusaha merangkul umat agar memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara. Lalu terhindar dari segala bentuk konflik dan provokasi yang mengarah kepada radikalisme.

"Jangan sampai kita disibukan dengan urusan perpecahan yang tidak pernah berhenti. Karena itulah kita harus pahami pemahaman kebersamaan ini," tandasnya.

(mdk/did)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini