Waspadai Manuver Kelompok Teroris Rekrut dan Cuci Otak Generasi Muda

Waspadai Manuver Kelompok Teroris Rekrut dan Cuci Otak Generasi Muda
23 Teroris. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 11 April 2021 12:31 Reporter : Didi Syafirdi

Merdeka.com - Indonesia baru saja diguncang teror beruntun. Bukan hanya di tempat ibadah, pelaku juga beraksi Markas Besar (Mabes) Polri. Para pelaku teror masih berusia muda karena terpapar paham radikal kemudian menjadi teroris.

Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ali M. Abdillah menyatakan keprihatinannya dengan aksi teror tersebut. Ia menyebut kejadian tersebut sangat menyedihkan.

"Hal ini perlu menjadi perhatian semua pihak agar langkah antisipatif dapat dilakukan. Orangtua harus mengawasi betul, karena jaringan teroris ini dapat memanfaatkan organisasi kerohanian sekolah sebagai pintu masuk doktrinasi terhadap antinegara, antipemerintah," ujar Ali dalam keterangannya, Minggu (11/4).

Menurutnya, gerakan radikal yang masif di lingkungan sekolah perlu menjadi perhatian bersama oleh Kemendikbud, Kemenag dan seluruh lapisan masyarakat.

"Ketika anak sudah masuk ke jaringan mereka (kelompok radikal) dan diberikan doktrin sesuai dengan kepentingan mereka maka ini akan menjadi amunisi yang suatu saat bisa meledak. Ini yang harus diwaspadai bersama," tuturnya.

Oleh karena itu Ali mengungkapkan, pengajian melalui media sosial (medsos) perlu dikendalikan dan diperhatikan. Apalagi ketika mengajarkan ajaran yang tidak sejalan dengan corak keragaman di Indonesia maka pemerintah diminta lebih baik tegas. Termasuk juga peran orang tua sangat penting untuk memantau anak-anaknya.

"Karena anak-anak ini sudah menjadi incaran kelompok radikal. Hal ini perlu diperketat karena melalui pintu-pintu tadi kelompok teroris melakukan perekrutan dan cuci otak terhadap generasi muda," jelas Ali.

Selain itu, Ali juga menyampaikan bahwa di MUI sudah terbentuk Badan Penanggulangan Ekstremisme Dan Terorisme (BPET). Ini menunjukkan bahwa MUI serius dalam melakukan kontra narasi sekaligus deradikalisasi kepada anak muda yang terpapar ajaran radikalisme.

Karena itu, Ali mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada. Dia meyakini negara tidak membiarkan kelompok ini bergerak bebas.

"Kita memiliki aparat-aparat yang terus mencari jaringan mereka (teroris) sembari kita juga melakukan pengamanan di tingkat lingkungan dan keluarga. Masyarakat harus aktif, dan pihak keamanan juga harus kita support demi ketentraman dan keamanan rakyat Indonesia," pungkasnya. (mdk/did)

Baca juga:
Lapas Napiter di Nusakambangan Overload, Menkumham Bangun 3 Gedung Lagi
Terduga Teroris FA Bukan Pengurus Muhammadiyah, Tapi Jamaah Islamiyah
Polri: Terduga Teroris Nouval Farisi Ditangkap Usai Keberadaan Diinfokan Orang Tua
Densus 88 Telah Tangkap 12 Terduga Teroris di Jakarta
Terduga Teroris di Pasar Rebo Berperan Siapkan Tempat Uji Coba Bom di Ciampea Bogor
Densus 88 Tambah 3 Orang Masuk DPO di Jakarta, Total 6 dan 1 Sudah Serahkan Diri

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami