Wiranto Ditusuk, Bupati Pandeglang Minta Maaf dan Akui Kecolongan

PERISTIWA | 10 Oktober 2019 21:32 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Bupati Pandeglang, Irna Narulita meminta maaf soal Menkopolhukam Wiranto yang ditusuk oleh teroris di Pandeglang, Banten. Atas kejadian ini, Irna merasa kecolongan lantaran insiden tersebut terjadi di wilayahnya.

"Mohon maaf ini kami sedikit kecolongan dan mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang kembali," kata Irna di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (10/10).

Dari peristiwa tersebut, pihaknya akan melakukan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat di daerahnya tidak terpapar paham radikal. Pihaknya bakal lebih ketat menerima tamu dari luar Pandeglang.

"Dan kami akan rapat kan besok dengan Camat, kepala desa, agar lebih selektif untuk menerima tamu tamu yang dari luar Pandeglang tujuannya apa, maksud tujuannya apa tinggal di sana, sumber penghasilan dari mana, profesinya sebagai apa,sehingga kami tidak kecolongan seperti ini lagi," tuturnya.

Irna pun secara pribadi telah meminta maaf kepada istri Wiranto saat menjenguk di RSPAD. Permintaan maaf itu juga disampaikan saat Wiranto hendak dibawa ke Jakarta menggunakan helikopter.

"Tadi hanya bertemu dengan ibu dan saya menyampaikan permohonan maaf. intinya saya mohon maaf kepada beliau untuk kedua kalinya. Sebelum beliau berangkat menuju ke heli saya sudah mohon maaf dan bapak dalam keadaan sadar," ucapnya.

Baca juga:
Penikam Wiranto Pernah Frustrasi Usai Cerai dengan Istri Pertama & Pergi ke Malaysia
Wiranto Ditusuk, Pengamanan Dasar Diberlakukan ke Seluruh Pejabat Negara
VIDEO: Menyusuri Rumah Kontrakan Pelaku Penusukan Wiranto
Keluar RSPAD, Jaksa Agung Ungkap Kondisi Wiranto di Ruang Perawatan
Keluarga Minta Kapolsek Menes Dirujuk ke RS Sari Asih Serang

(mdk/ded)