Wiranto Ditusuk, Gubernur Jabar Minta Aparat Tingkatkan Kewaspadaan

PERISTIWA | 10 Oktober 2019 20:22 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan rasa prihatin atas insiden penusukkan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Menes, Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10). Pria yang akrab disapa Emil menyampaikan kasus tersebut harus ditindaklanjuti dengan serius, apalagi penyerangan terjadi di depan siswa.

"Saya turut prihatin atas kejadian yang menimpa pak Wiranto saya doakan mudah-mudahan beliau lekas pulih kembali dan bisa bertugas seperti sedia kala," kata dia di Bandung.

"Saya berharap pihak berwajib bisa meningkatkan kewaspadaan pejabat negara sehingga hal serupa tak terulang lagi dan tentunya ini jadi keprihatinan kita semua," tambah dia.

Sebelumnya, Wiranto tiba-tiba diserang orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam. Kejadian tersebut berlangsung sekitar Pukul 11.30 WIB. Pelaku penusukkan satu orang. Namun sebelum kejadian, pelaku datang ke lokasi bersama sang istri, keduanya sudah diamankan pihak polisi.

Pelaku penusukkan diketahui berinisial SA sedangkan sang istri berinisial FD. Kedua sudah diamankan pihak polisi. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan, terduga penyerang Menko Polhukam Wiranto diduga terpapar paham radikalisme ISIS.

"Yang laki-laki diduga terpapar paham radikal ISIS, sedangkan yang perempuan didalami," ujarnya.

Saat ini, pelaku sedang diperiksa anggota Densus 88. "Ini masih didalami dan Densus 88 masih meminta keterangan para tersangka. Tersangka kondisinya tidak luka," kata Dedi.

Baca juga:
Polres Brebes Geledah dan Pasang Garis Polisi di Rumah Pelaku Penusukan Wiranto
Usai Jalani Operasi 3 Jam, Wiranto Dipindah ke Ruang ICU RSPAD
VIDEO: Pertama Dalam Sejarah, Menteri di Indonesia Ditusuk Teroris
Megawati Kecam Penyerangan Wiranto: Kita Tidak Tolerir Aksi Kekerasan
Polisi sebut Abu Rara Pelaku Penusukan Wiranto Anggota JAD Bekasi

(mdk/ded)