Wiranto Ditusuk, PKS Minta SOP Pengamanan Pejabat Dievaluasi

PERISTIWA | 10 Oktober 2019 15:23 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil mengomentari penusukkan yang menimpa Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten. Kata dia insiden tersebut menunjukkan standar operasional pengamanan tidak dijalankan dengan baik.

"Penusukkan terhadap pejabat negara itu menunjukkan bahwa standar operasional pengamanan tidak dijalankan sebagaimana mestinya," kata Nasir pada wartawan, Kamis (10/10).

Nasir meminta kasus penusukkan itu diusut tuntas. Serta Pelaku kan harus dihukum sesuai hukum yang berlaku.

"Saya juga mengharapkan agar ada upaya dari Pemerintah untuk mengusut kasus penusukkan itu secara profesional. Dari upaya itu nanti akan ketahuan apakah prosedur pengamanan terhadap pejabat negara telah dilakukan sesuai standar atau tidak," ungkapnya.

Dia menyayangkan hal semacam itu bisa menimpa pejabat negara. Karena itu, Nasir menyarankan perlu evaluasi lebih dalam terhadap pengamanan bagi pejabat negara yang melakukan kunjungan kerja.

"Sungguh disayangkan pejabat sekelas Menko bisa mengalami penusukkan. Karena itu, wajib dievaluasi dan diambil tindakan hukum yang tegas kepada tim pengamanan yang melekat kepada Menko Polhukam tersebut," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Utama RSUD Berkah Pandeglang Firman menyatakan Menko Polhukam Wiranto terkena dua tusukan di bagian perut. Wiranto ditusuk oleh seorang pria berinisial SA.

"Untuk Pak Wiranto ada dua tusukan di perut," katanya ketika ditemui di RSUD Berkah Pandeglang.

Baca juga:
Penyerang Wiranto Memakai Senjata Ala Ninja Jenis Kunai
Inilah Harga Pisau yang Digunakan Pelaku Penusukan Menko Wiranto
Presiden Jokowi akan Jenguk Wiranto yang Dirawat di RSPAD
Dua Pelaku Penusukan Wiranto: Laki-Laki Pakai Belati, Perempuan Bawa Gunting
Terluka Diserang Orang Tak Dikenal, Wiranto Tiba di RSPAD

(mdk/eko)