Wiranto Sebut Hujan di Titik Karhutla Mundur ke November, Awan Bergeser Arah Taiwan

PERISTIWA | 30 September 2019 14:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Menko Polhukam, Wiranto, menyebut dari laporan diterima 90 persen titik api sudah berhasil dikuasai.

"Dari laporan yang masuk sudah 90 persen dari titik api dipadamkan, tinggal 10 persen lagi," kata Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (30/9).

Saat ini, katanya, upaya pemadaman api masih terus dilakukan petugas. Namun kendala terbaru yang dihadapi, musim penghujan bergeser dari perkiraan sebelumnya.

"Hujan di daerah terdampak kebakaran hutan mundur lagi. Hujan kira-kira akan muncul secara regular bulan November," katanya.

Penyebabnya, awan di daerah krisis kebakaran hutan seperti Sumatera dan Kalimantan, bergeser ke wilayah Taiwan.

"Tapi masih ada sisa awan yang memiliki kualitas air, uap air lebih dari 70 persen. Ini sangat potensial untuk kita buat hujan buatan. Dengan adanya perhitungan itu, 4 pesawat TNI AU sudah di-standby di daerah itu," beber Wiranto.

Dia mengklaim, hujan buatan yang dilakukan selama ini efektif mengurangi titik api. "Kita akan terus lakukan sehingga menutup celah antara musim kemarau panjang dan hujan bulan November nanti. Sehingga tanah basah supaya kebakaran kita cegah," tutup Wiranto.

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
Prajurit TNI Penakluk Api
Baru Dilantik, Kapolda Riau Janji Tingkatkan Penanganan Karhutla
Darurat Pencemaran Udara di Riau Segera Dicabut
Hujan Turun di Wilayah Terdampak Karhutla Membuat Kualitas Udara Membaik
Wawancara Gubernur Riau: Api Sudah Padam Tapi Asap Masih Ada
Mereka yang Berjibaku Melawan Kebakaran Hutan
Menteri KLHK Klaim Kualitas Udara di Riau dan Kalimantan Tengah Membaik

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.