Wiranto Soal Isu Referendum Aceh: Ada Tuntutan MoU Helsinki Belum Selesai

PERISTIWA | 18 Juni 2019 18:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menko Polhukam Wiranto mengatakan, seharusnya hari ini dia akan bertemu dengan Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Muzakir Manaf, yang sempat menyatakan akan melakukan referendum. Namun pertemuan itu gagal lagi.

"Dia ternyata ikut rapat KONI. Rencananya nanti kalau sudah ada waktu yang baik. Tapi saya, kita sudah enggak ada masalah. Bertemu enggak bertemu udah jelas masalahnya dia menarik pernyataannya soal referendum itu. Dan tetap mengakui Aceh sebagai bagian dari NKRI yang tak terpisahkan," ucap Wiranto di Jakarta, Senin (17/6).

Dia menengarai ucapan referendum itu, lantaran masih ada masalah dalam tuntutan memenuhi MoU Helsinki yang pernah disepakati.

Perlu diketahui, MoU atau Perjanjian damai itu dicetuskan Wakil Presiden Jusuf Kalla, ditandatangani di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005. Indonesia diwakili Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin, sedangkan GAM mengutus Malik Mahmud Al Haytar untuk menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tersebut.

"Hanya mungkin memang ada tuntutan MoU Helsinki yang belum terselesaikan, itu kita cek ke Kemendagri, memang masalah teknis," kata Wiranto.

Dia enggan membicarakan masalah spesifik soal kesepakatan mana yang dirasa belum dipenuhi. Hanya saja Wiranto menegaskan, urusan teknis.

"Bukan karena keengganan pemerintah pusat. Tapi memang masalah teknis yang perlu dikoordinasikan lagi, belum selesai," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com

(mdk/bal)