Wisata di Sungai Kalibendo, Satu Keluarga Diterjang Air Bah

Wisata di Sungai Kalibendo, Satu Keluarga Diterjang Air Bah
PERISTIWA » MALANG | 29 November 2020 23:31 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Peristiwa naas menimpa sebuah keluarga yang sedang berlibur ke kawasan wisata sungai Kalibendo yang ada di Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka hanyut diterjang air bah.

Akibat peristiwa ini, satu orang meninggal dunia dan seorang bayi belum ditemukan. Sedangkan tiga orang anggota keluarga tersebut berhasil diselamatkan. Peristiwa ini terjadi ketika keluarga tersebut sedang menikmati aliran air yang ada di Sungai Kalibendo, persisnya di bawah jembatan yang menghubungkan Kecamatan Licin dengan Kecamatan Glagah.

"Saat itu aliran air sedang tidak deras, jadi mereka mandi-mandi di pinggir sungai. Kemudian turun hujan, sehingga mereka berteduh di bawah jembatan. Tiba-tiba datang air bah dengan kecepatan tinggi sehingga mereka tersapu aliran air," kata Kapolsek Glagah, AKP Imron saat dikonfirmasi pada Minggu (29/11).

Warga yang mengetahui peristiwa itu lalu berusaha menolong keluarga malang ini. Sang bapak, Mario Wahyudi Oktavian (38), beserta dua anaknya, Kenzie Jagat Tirta (9) dan Almeera Raisa Hanum (3) berhasil diselamatkan. Mereka dievakuasi sekitar 50 meter dari titik awal.

Adapun sang ibu, Linda Swantika (31) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Sedangkan putra bungsu, Raden Adipati Wirabumi (1) yang masih berusia satu tahun, hingga kini belum ditemukan.

Hingga berita ini diturunkan, operasi gabungan masih dilakukan untuk mencari keberadaan bayi tersebut. Pencarian dilakukan oleh Tim SAR yang terdiri dari BPBD Banyuwangi, Basarnas, TNI/Polri dengan dibantu oleh warga sekitar.

"Sebenarnya sebelum kejadian, mereka sudah diingatkan oleh petugas keamanan yang ada di perkebunan tersebut. Tetapi korban masih ada di lokasi itu," jelas Eka Muharram, Kabid Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, saat dikonfirmasi terpisah.

Peringatan dilakukan oleh satpam perkebunan sekitar satu jam sebelum kejadian, yakni sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, petugas keamanan yang melintasi jembatan, sudah mengingatkan agar keluarga tersebut tidak berteduh di bawah jembatan. Sebab, usai hujan deras, biasanya air sungai akan meluap atau banjir. (mdk/fik)

Baca juga:
Banjir Bandang di Sungai Landak Tak Pengaruhi Wisata Bukit Lawang, Ini Faktanya
Kawasan Wisata Sungai Landak Dilanda Banjir Bandang, Begini Kondisinya Sekarang
BPBD Tetapkan Muara Enim Status Siaga Banjir & Longsor
Diterjang Banjir Bandang, 5 Rumah Warga Muara Enim Rusak Parah & Ratusan Terendam
Longsor dan Banjir Terjang Tasikmalaya, Satu Warga Tewas
Kepala BNPB Bersyukur Tak Ada Korban Jiwa Akibat Banjir di Garut

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami