Wisatawan di Lembang Reaktif, Harus Jalani Swab Tes

Wisatawan di Lembang Reaktif, Harus Jalani Swab Tes
PERISTIWA | 31 Oktober 2020 03:31 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Daerah Lembang di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi salah satu titik yang diawasi dengan ketat selama libur panjang pekan ini. Hasil rapid tes acak, salah seorang wisatawan dinyatakan reaktif saat hendak memasuki kawasan wisata.

Rapid tes tersebut dilaksanakan di beberapa destinasi wisata, salah satunya Grafika Cikole, Lembang. Di sana, dari 120 orang yang menjalani pengetesan, ada satu orang yang hasilnya reaktif Covid-19.

"Jumlah rapid 120. Jumlah reaktif 1. Yang bersangkutan langsung menjalani swab test. Hasilnya masih ditunggu," kata Sekretaris Dinas Kabupaten Bandung Barat, Nanang Ismantoro saat dihubungi, Jumat (30/10).

Pengetesan secara acak kepada wisatawan itu akan terus dilakukan hingga Sabtu (31/10). Pihak pengelola kawasan wisata sudah berkomitmen ikut mengantisipasi tambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung Barat.

Jika ada yang melanggar, maka sanksi penutupan sementara akan diberlakukan. Di sisi lain, para wisatawan pun harus ikut disiplin menjalankan semua protokol kesehatan yang sudah diatur oleh pemerintah.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemprov Jabar, Dedi Taufik mengaku belum mendapatkan data keseluruhan wisatawan yang reaktif saat menjalani pengetesan.

Meski demikian, ada beberapa wisatawan yang dinyatakan reaktif, seperti di Bogor maupun Indramayu. Semuanya sudah didata dan kembali untuk menjalani Swab tes. Sisanya, wisatawan yang non reaktif masih mendominasi.

Pengetesan sendiri dilakukan di 54 titik yang tersebar di 14 kabupaten dan kota. Pihaknya menyiapkan 26.700 alat rapid di luar dari yang disediakan pemerintah daerah atau pengelola tempat wisata.

"Data kami akan input. Mudah-mudahan secepatnya bisa dikumpulkan. Saya juga terus mobile melakukan pantauan. Rapid tes ini kan tujuannya adalah kewaspadaan, untuk menjamin kenyamanan dan keamanan wisatawan maupun pengelola tempat wisata," kata dia.

"Saya pikir screening awal ini perlu supaya deteksi dininya lebih awal. Lebih waspada lah terutama orang akan bepergian akan lebih waspada dan disiplin. Kan itu tujuannya," pungkas Dedi. (mdk/fik)

Baca juga:
Libur Panjang Akhir Pekan, Penumpang Bandara di Husein Sastranegara Meningkat
Libur Panjang, Kendaraan Melintas di Tol Cipali Naik 50 Persen Lebih
5 Fakta Saat Penerbangan Cetak Rekor Sejak Pandemi di Bandara Angkasa Pura II
Polda Metro Prediksi Puncak Arus Balik Libur Panjang pada Sabtu-Minggu
Libur Panjang, Satgas Covid-19 Sumut Perketat Protokol Kesehatan di Lokasi Wisata
Polda Metro Perkirakan Lonjakan Arus Balik Libur Panjang Sabtu-Minggu

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami