Wisma Karantina Pademangan Siapkan Dua Tower untuk Isolasi WNI dari Luar Negeri

Wisma Karantina Pademangan Siapkan Dua Tower untuk Isolasi WNI dari Luar Negeri
PERISTIWA | 26 Mei 2020 21:14 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Pemerintah menyiapkan menara 8 dan 9 Wisma Karantina Pademangan untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19. Komando Gugus Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) menyiapkan menara yang dikhususkan untuk karantina atau isolasi.

Wapanggasgabpad Brigjen TNI M Saleh Mustafa menjelaskan, menara isolasi diperuntukkan warga negara Indonesia (WNI) repatriasi yang datang dari berbagai negara. Menara tersebut berada di Blok C2, Jl. Benyamin Sueb, Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

"Tower 8 dan 9 yang berlokasi di Pademangan ini diperuntukkan sebagai tempat pelaksanaan karantina atau isolasi para WNI repatriasi dari berbagai negara dan lebih dikenal umumnya nama Wisma Karantina Pademangan," ujar Saleh Mustafa dalam keterangan tertulis, Selasa (26/5).

Hingga Senin (25/5), sebanyak 1.848 warga diisolasi di Wisma Karantina Pademangan. Sejak dibuka untuk penanganan Covid-19, sebanyak 4.175 warga repatriasi dari berbagai negara terdaftar di wisma ini. Lebih dari 2.000 warga telah kembali ke daerah asal, sedangkan yang terdeteksi kasus positif sebanyak 160 warga.

Dia menambahkan, para WNI repatriasi yang telah menjalani karantina dapat melanjutkan perjalanan ke daerah asal. Sebelumnya mereka melakukan tes swab untuk mengetahui status kesehatannya. Warga dengan hasil negatif akan dibekali surat keterangan kesehatan PCR negatif Covid-19 dari dokter Wisma Karantina Pademangan.

"Sedangkan mereka dengan hasil positif, segera dirujuk ke RS Darurat Wisma Atlet di Kemayoran hingga dinyatakan sembuh. Mereka yang telah sembuh tetap membutuhkan surat keterangan PCR negatif COVID-19 dari dokter RS Darurat Wisma Atlet," ucap Saleh.

Wisma Karantina Pademangan menyediakan fasilitas dan pelayanan bagi penghuninya. Mereka yang menjalani isolasi melakukan administrasi yang berlangsung tertib dan lancar, seperti pengembalian paspor dan pemberian surat keterangan sehat PCR negatif Covid-19.

Warga yang diisolasi mendapatkan makan tiga kali sehari dan snack satu kali. Kebersihan di dalam wisma dan lingkungan sekitar juga menjadi perhatian pengelola wisma.

"Di samping itu, Kogasgabpad menyediakan transportasi berupa bis bagi mereka yang dinyatakan sehat dan kembali ke daerah asal," tutup Saleh. (mdk/noe)

Baca juga:
109 Orang di Ogan Ilir Dipecat, Gubernur Sumsel Pastikan Tak Kekurangan Tenaga Medis
Ridwan Kamil Sebut saat New Normal, TNI-Polri bakal Jaga Pasar & Mal
10 Pasien Sembuh Covid-19 di Riau, 2 Hari Tak Ada Penambahan Kasus Positif
New Normal, Ridwan Kamil Batasi Jumlah Pengunjung di Mal & Restoran
Menteri Erick Sebut 90 Persen BUMN Terdampak Corona

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5