WNA Aljazair Buron Kasus Pembobolan ATM di Gianyar Ditangkap Polisi

WNA Aljazair Buron Kasus Pembobolan ATM di Gianyar Ditangkap Polisi
PERISTIWA | 31 Mei 2020 01:02 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Buronan pembobolan ATM bernama Mirad Riad alias Philips (47) yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) Aljazair berhasil diringkus tim Resmob Polda Bali, di Jalan Taman Sari, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali, Jumat (29/5) kemarin.

"Tim Resmob Polda Bali, telah berhasil melakukan penangkapan, terhadap pencurian kotak uang di dalam mesin ATM," kata Kasubdit III, Ditreskrimum Polda Bali, AKBP Ranefli Dian Candra, Sabtu (30/5).

Tertangkapnya pelaku, berdasarkan laporan diterima polisi dan pemeriksaan saksi-saksi, pengecekan CCTV serta hasil keterangan dari para pelaku lainnya yang sudah diamankan sebelumnya.

Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap buronan Mirad Riad dan berhasil ditangkap di Jalan Taman Sari Home, Nomor 61, kamar nomor 5, Kerobokan Kuta Utara, Jumat (29/5) sekitar pukul 15.30 WITA.

Sementara barang bukti diamankan, uang lembaran seratus ribu berjumlah Rp 3.900.000, sebuah ATM Permata, sebuah ATM CIMB, satu unit pompa air hasil pembelian dari uang kejahatan, sebuah handphone Nokia warna biru, sebuah handphone Nokia warna hitam.

Kemudian, dari hasil interogasi pelaku telah mengakui melakukan pencurian dengan pemberatan di ATM SPBU Jalan Buruan, Gianyar, Bali, bersama rekannya Tri Ito Yudisarsoyo dan I Wayan Kontal yang sudah diamankan sebelumnya.

"Modus operandinya, pelaku bertugas masuk pertama ke ATM dan Langsung menutup CCTV dengan lakban. Tujuannya untuk memudahkan dua rekannya beraksi," ujar AKBP Candra.

Seperti yang diberitakan, sebelumnya tim Resmob Polda Bali berhasil meringkus komplotan pembobol mesin ATM. Para pelaku tersebut bernama bernama Roni Firmansyah Maulana, Trio Ito Yudiarsoyo, dan I Wayan Kontal.

"Modusnya, pelaku dengan berencana membongkar pintu brankas ATM dengan menggunakan anak kunci," kata Kasubdit III Direskrimum Polda Bali AKBP Ranefli Dian Candra, Kamis (28/5) lalu.

Peristiwa itu terjadi, pada Rabu (27/5) sekitar pukul 06.17 Wita di sebuah ATM Bank di SPBU Buruan, Jalan By Pas Darma Giri Buruan, Gianyar, Bali.

"Akibat dari kejadian tersebut diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 600 juta dan melaporkan peristiwa ke SPKT Polda Bali," imbuh AKBP Candra

Berdasarkan laporan itu, tim Resmob Polda Bali melakukan selidik dan olah TKP dan di hari yang sama polisi langsung menangkap tiga pelaku di tempat yang berbeda-beda di kawasan Denpasar, Gianyar dan Jimbaran.

"Dari hasil interogasi, terhadap ketiga pelaku semua telah mengakui telah melakukan pencurian dengan pemberatan dan ada satu pelaku OA (orang asing) ke warga negara Aljazair (bernama) Phillip yang masih belum ditemukan keberadaannya (DPO)," ujar AKBP Candra.

1 dari 1 halaman

Polisi Ringkus WNA USA dan 29 Orang Terjerat Narkotika di Denpasar

tersangka kasus narkoba diamankan di mapolresta denpasar

©Istimewa

Sementara itu, anggota Resnarkoba Polresta Denpasar, menangkap Warga Negara Asing (WNA) asal USA bernama Alit Stroh (26) yang kedapatan mengedarkan narkotika jenis sabu, Jumat (1/5) petang.

"Barang bukti (yang ditemukan), satu plastik klip berisi sabu dengan berat bersih 3,55 gram," kata Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat, di Mapolresta Denpasar, Sabtu (30/5).

Warga asing itu ditangkap di Jalan Tukad Yeh Penet, Denpasar Selatan, atau TKP. Penangkapan itu, berawal informasi dari masyarakat bahwa di TKP sering dijadikan transaksi narkotika pada orang asing.

Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan. Kemudian, Jumat (1/5) sekitar pukul 17.30 Wita petugas melihat yang warga asing itu berada di TKP dan langsung menangkap serta menggeledah badan tersangka dan ditemukan satu plastik klip sabu.

"Yang bersangkutan, menyimpan barang bukti di dalam saku celana. Motifnya faktor ekonomi dan peran yang bersangkutan pengedar," imbuh Hutabarat.

Dari keterangan tersangka, barang haram tersebut adalah miliknya yang disuruh oleh seseorang laki-laki yang dipanggil Ferry yang berada di dalam Lapas Kerobokan, untuk mengantar sesuai alamat yang diperintahkan.

"Yang bersangkutan, berperan sebagai kurir dan telah melakukan 3 kali tempelan dan mendapat upah sebesar Rp 50 ribu, apabila berhasil mengirim sabu," ujar Hutabarat.

Selain itu, Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali selama sebulan ini, juga berhasil mengamankan puluhan orang yang terjerat kasus narkotika.

Mereka yang berhasil ditangkap ada 30 tersangka dari 24 kasus yang berhasil diungkap. Kemudian, terdiri dari 13 orang mulai dari bandar, kurir dan tukang tempel dan 17 orang sebagai pemakai narkoba.

Selanjutnya dari 30, berasal dari Bali 13 orang, Jawa 13 orang, Ujung Pandang 1 orang, Medan 1 orang dan warga negara asing asal Amerika 1 orang. "Dari 30 tersangka kita temukan sabu sebanyak 159,48 gram, ekstasi 126 butir dan ganja dengan berat 11,74 gram," ujar Hutabarat. (mdk/gil)

Baca juga:
Selama Pandemi Corona, Imigrasi Tolak 242 WNA Masuk Indonesia
Imigrasi Tolak Kedatangan 82 WNA Sejak 5 Januari Hingga 3 Maret
Wabah Virus Corona, 117 WNA Ditolak Masuk Bali
Apartemen Kerap Dirazia Imigrasi, WNA Ilegal Mulai Bersembunyi di Perumahan Warga
Lakukan Penelitian Ilegal di NTT, 6 WNA Dideportasi dari Kupang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5