WNI Kembali Disandera Abu Sayyaf, Wamenlu Salahkan Malaysia

PERISTIWA | 20 Januari 2020 22:08 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan, koordinasi pihak berwenang di Malaysia kurang efektif. Sehingga peristiwa penyanderaan seperti yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf terhadap nelayan Indonesia kerap berulang.

"Betul-betul kami menyesalkan hal ini terjadi berulang dan kelihatannya kondisi itu antara lain karena koordinasi dan keterlibatan para pihak yang berwenang di Malaysia yang kurang efektif selama ini. Kami berharap dapat ditingkatkan dalam waktu dekat ini," ujar Mahendra di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/1).

Mahendra menyebut, untuk masalah penyanderaan tengah ditangani dengan berkoordinasi bersama pihak Filipina.

1 dari 1 halaman

Berharap Malaysia Tegas

Sedangkan, Mahendra mengingatkan, peristiwa penyanderaan ini kerap berulang terjadi di perairan Malaysia. Dia berharap ada komitmen yang tegas dari Malaysia dalam rangka menjaga dan melindungi semua pihak.

Mahendra pun berharap Malaysia juga dapat melindungi awak kapal Indonesia selama di perairan Malaysia.

"Ini sesuatu yang kami sesalkan tapi di lain pihak juga menunjukkan komitmen yang lebih baik dari Malaysia dalam menjaga dan melindungi semua kepentingan di sana yang dalam hal ini terkait awak kapal Indonesia harus lebih baik lagi dilakukan," jelasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Anggota Abu Sayyaf Penculik Nelayan Indonesia Tewas Dalam Serangan Militer Filipina
Abu Sayyaf Kembali Culik Lima Nelayan Indonesia di Perairan Sabah
Macam-macam Cara WNI Disandera Abu Sayyaf Kabur dari Penyekapan
115 Hari Ditawan Abu Sayyaf, Farhan Berhasil Melarikan Diri ke Hutan
Militer Filipina Kembali Berhasil Bebaskan Satu WNI Korban Penculikan Abu Sayyaf
RI akan Perkuat Kerjasama Pencegahan Penculikan Nelayan dengan Filipina dan Malaysia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.