Wujudkan Arahan Mendagri, Aprobi dan Wilmar Nabati Ciptakan Produk Deterjen Covid-19

Wujudkan Arahan Mendagri, Aprobi dan Wilmar Nabati Ciptakan Produk Deterjen Covid-19
PERISTIWA | 17 April 2020 16:46 Reporter : Haris Kurniawan

Merdeka.com - Presiden Jokowi dalam ratas lewat teleconference menginstruksikan jajaran kabinetnya untuk memobilisasi peran industri nasional, baik di bidang kesehatan maupun pangan menghadapi Covid-19, beberapa waktu lalu.

Tujuannya agar memenuhi kebutuhan nasional penanganan Covid-19 sehingga industri nasional, khususnya UKM, tetap berproduksi, dan juga, mengurangi ketergantungan impor atas barang kebutuhan yang berhubungan dengan Covid-19.

mendagri tito karnavian

©2020 Merdeka.com

Arahan tersebut telah ditindak-lanjuti oleh Mendagri Tito Karnavian. Lewat Kepmendagri No 440-504 Tito membentuk Gugus Tugas di lingkungan Kemendagri yang berfungsi mendata kebutuhan aneka alat kesehatan, baik yang dibutuhkan oleh rumah sakit, tenaga medis dan masyarakat seperti masker, deterjen hand sanitizer, ventilator, APD yang dibutuhkan oleh seluruh daerah di Indonesia.

Gugus Tugas ini juga mendata industri nasional, UKM/Mikro yang dapat memproduksi bahan kebutuhan kesehatan tersebut. Juga kebutuhan pokok masyarakat seperti pangan di data secara detail dalam jumlah dan jenis. Pengumpulan data dilakukan secara bottom-up atau dari bawah bersumber dari 540 Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia.

Atas dasar di atas tersebut, Mendagri Tito melakukan rakor antara 540 Pemerintah Daerah dengan Kementerian Perindustrian, Perdagangan dan Pertanian serta diikuti asosiasi pengusaha seperti Apindo, Kadin, untuk mensinkronkan kebutuhan dan produksi alat kesehatan dan pangan agar terjamin aman.

Sebagai wujud kongkrit atas arahan Mendagri Tito untuk produksi bahan kesehatan, PT. Wilmar Nabati Indonesia, yang terkenal sebagai produsen minyak goreng, melakukan diversifikasi dengan memproduksi deterjen handwash merek “Cheerose” dengan bahan minyak kelapa sawit.

"Saya berterima kasih kepada grup Wilmar Indonesia. Deterjen pencuci tangan ini adalah salah satu alat mencegah Covid-19 karena virus ini akan mati dan hilang dari tangan kita bila dicuci dengan memakai deterjen pelarut lemak seperti ini," kata Tito saat menerima perwakilan Wilmar, MP Tuamnggor yang menyerahkan 200 jerigen kepada Kemendagri, Jumat 17/04/2020 di Kantor Kemendagri, Jakarta.

"Seperti arahan Presiden, ibarat perang, kita, pemerintah, masyarakat dan sektor swasta harus bekerjasama melawan serangan Covid-19 ini. Saya berharap agar pihak dunia usaha lainnya bergerak terus secara terpadu bersama dengan Pusat, Pemerintah Daerah serta UKM dan masyarakat untuk memproduksi berbagai kebutuhan kesehatan seperti masker, APD dan juga kebutuhan pangan masyarakat," lanjut Mendagri Tito yang didampingi oleh pejabat teras seperti Dirjen Administrasi Wilayah Safrizal ZA dan Staf Khusus Mendagri Kastorius Sinaga, Irjen Mahendrata dan Fajar serta Plt Dirjen Polpum Bachtiar saat menerima sumbangan deterjen hasil produksi PT Wilmar tersebut di depan para awak jurnalis.

"Wilmar belum pernah memproduksi deterjen. Ini produksi kami yang pertama karena ingin berpartisipasi melawan Covid-19 sesuai arahan Bapak Mendagri saat kami mengikuti paparan beliau di Pemprov Sumatera Selatan 22 maret lalu," tandas MP Tumanggor, komisaris PT Wilmar saat penyerahan bantuan deterjen tersebut.

"Kami akan melibatkan tenaga kerja masyarakat, khususnya yang terkena PHK di dalam pengemasannya," tutup Tumanggor. (mdk/hrs)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami