Yenny Wahid: BJ Habibie adalah Telaga Ilmu Luar Biasa

PERISTIWA | 12 September 2019 17:46 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Keluarga BJ Habibie dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur cukup dekat. Tak hanya antar orang tua yang bersahabat, tapi juga anak-anaknya. Putri Gus Dur, Yenny Wahid mengungkapkan kedekatan keluarganya dengan keluarga BJ Habibie. Yenny mengatakan, Gus Dur dan Habibie yang sama-sama pernah menjabat presiden RI dalam waktu singkat memiliki kesamaan dalam hal pemikiran. Kedua tokoh ini juga kerap bertukar pikiran.

Sosok Habibie bagi Yenny adalah seorang yang memiliki ilmu sangat luas. Dia berkomunikasi terakhir kali pada Juli lalu.

"Saya berkunjung ke beliau ngobrol panjang lebar. Beliau juga baru keluar dari rumah sakit waktu itu. Beliau banyak bercerita tentang konsep dari doa sebagai sebuah bentuk dari kuantum fisika. Menurut saya itu luar biasa sekali. Jadi beliau memang telaga ilmu yang luar biasa. Kita menyelam pun tidak ada batasnya," jelasnya di TMP Kalibata usai pemakaman mendiang Habibie, Kamis (12/9) sore.

Sebelum Habibie wafat, Yenny juga sempat menjenguk ke rumah sakit. Dia bersyukur bisa mencium Habibie untuk terakhir kali.

"Karena bagi kami, saya pribadi merasa Pak Habibie itu sudah seperti sosok yang sangat dekat dengan kami. Mas Ilham (anak pertama BJ Habibie) juga kebetulan kami sangat dekat. Jadi kehilangan ini bukan hanya kehilangan mas Ilham dan keluarga, mas Thareq tapi kehilangan kami juga," ungkapnya.

Pendiri Wahid Foundation ini mengisahkan kedekatan mendiang ayahnya dan Habibie. Kedua tokoh ini, kata Yenny, kerap bertemu dan saling mengunjungi untuk bertukar pikiran. Keduanya nyambung dalam berbagai hal.

"Dua-duanya nyambung kalau berbicara. Apalagi dalam semangat mengusung reformasi, mengusung demokrasi, beliau punya titik temu di sana dan beliau sama-sama orang yang punya komitmen memberikan kebebasan berpendapat seluas-luasnya di Indonesia untuk membuka ruang bagi demokrasi di Indonesia. Walaupun dua-duanya juga menjadi korban dari demokrasi itu sendiri. Artinya beliau itu menjadi korban dikritik, disalahpahami dan sebagainya tapi ikhlas menjalaninya dan ini adalah sebuah ciri dari seorang negarawan," terangnya.

BJ Habibie, lanjut Yenny, sangat patut dijadikan inspirasi bagi seluruh anak bangsa. Habibie adalah sosok yang mencintai dengan penuh totalitas. Tak hanya cinta kepada istri dan keluarga, tapi juga kepada bangsa dan negara.

"Beliau itu ketika mencintai sangat total. Mencintai istrinya penuh totalitas. Sampai akhir hayatnya dibuktikan dengan terus berkunjung rutin ke makam istrinya, dan terus berbicara mengenang Bu Ainun. Tapi beliau sangat total ketika mencintai profesi yang beliau jalani yaitu sebagai seorang ilmuwan," jelasnya.

Penemuan Habibie dalam bidang teknologi tak hanya menjadi sumbangsih bagi bangsa Indonesia, tapi juga dunia. Sampai saat ini, teknologi yang ditemukan Habibie itu digunakan banyak perusahaan pesawat terbang.

"Beliau tidak merasa penemuannya perlu dipatenkan, yang paling penting teknologinya bisa membantu umat manusia. Itu kan mencintai dengan total," ujarnya.

"Beliau mencintai negara ini juga dengan sepenuh hati. Walaupun menjadi korban dari keran kebebasan berpendapat, keran kebebasan pers, beliau juga kerap dikritik tapi beliau ikhlas menjalaninya. Inikah lagi-lagi contoh seorang negarawan," pungkasnya.

Baca juga:
Warga Antre Berdoa di Makam BJ Habibie
4 Pencapaian Menakjubkan BJ Habibie
Keluarga Gelar Tahlilan untuk BJ Habibie Selama 40 Hari
Pesawat Gatot Kaca Karya Habibie akan Dipamerkan di Museum Dirgantara Yogyakarta
Jokowi Pimpin Upacara Pemakaman Jenazah BJ Habibie

(mdk/bal)