Yenny Wahid: Disrupsi Teknologi Harus Berdampak Positif kepada Manusia

PERISTIWA | 22 November 2019 20:42 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Masifnya perkembangan teknologi robotic yang mampu menggantikan tugas pekerjaan manusia, sejatinya belum sempurna. Akan jauh lebih baik bila robot bisa memiliki rasa empati, hal yang sampai saat ini masih hanya dimiliki manusia.

"Teknologi memang sangat powerfull. Namun seyogianya desrupsi teknologi yeng tengah berlangsung harus memiliki dampak positif kepada manusia," ujar Yenny Wahid, saat membuka hajatan Disrupto 2019 di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (22/11).

Yenny menambahkan, ayahnya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pernah berpesan singkat, namun mendalam dan penuh makna. Kata Gus Dur, ada tiga substansi terkait hubungan antar-manusia. Intinya, wujudkan peradaban di mana manusia saling mencintai, saling mengerti, dan saling menghidupi. "Hal tersebut bermakna, secanggih dan sehebat apa pun peradaban, tetap tidak boleh meninggalkan aspek kemanusiaan," tutur Yenny.

Pembukaan Disrupto 2019, yang ditandai dengan 'kehadiran' Gus Dur secara virtual, memang mengusung tema berbeda dibandingkan hajatan yang sama tahun lalu. Disrupto 2018 lebih menitikberatkan pada startup, investor dan blockchain. Sedangkan Disrupto 2019 lebih mengeksplorasi tantangan yang akan dihadapi umat manusia pada masa datang. Itu sebabnya, tema yang diambil adalah The Future of Humanity.

1 dari 1 halaman

Perkembangan AI di Indonesia

Mengutip Daniel Surya, Co-Founder WIR Group sekaligus penggagas Disrupto, banyak topik utama yang akan dibahas selama tiga hari penyelenggaraan Disrupto. Di antaranya, menghadirkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

"Kita berharap, Disrupto akan membuka pandangan masyarakat Indonesia terkait perkembangan AI yang telah banyak digunakan di dunia luar," ujarnya.

Disrupsi teknologi, lanjut Daniel, saat ini telah sampai ke teknologi pintar menuju ke humanoid robotic, augmented reality dan bionic. "Ini tentu tidak bisa dihindari. Karenanya, kami sengaja mengusung topik untuk Disrupto 2019, The Future of Humanity. Bagaimana teknologi membawa kepada Indonesia yang lebih baik," ujar Daniel.

Disrupto 2019 digelar di Plaza Indonesia Extension lantai 4, 5 dan 6 pada Jumat hingga Ahad, 22-24 November 2019. Pembicara yang akan dihadirkan untuk membahas AI adalah Cyberdyne. Perusahaan asal Jepang yang membuat robot untuk membantu kaum lansia dan difabel dalam mobilitas.

Selain itu ada Tilly Lockey, seorang difabel yang terbantu aktivitasnya berkat adanya inovasi teknologi. Waktu bayi, tangan Tilly kena penyakit yang mengharuskan diamputasi. Tapi sekarang dia menggunakan tangan robot dari Open Bionic, menjadikan Tilly seperti manusia super.

Nama-nama lain yang siap menyemarakkan Disrupto 2019 adalah Furhat Robotics (robot sosial yang bisa berkomunikasi dan menunjukkan emosi layaknya manusia), Liam Nikuro (influencer virtual) dan lain-lain. Ada pula pembicara global yang merupakan pakar di bidangnya dan akan memamerkan beberapa inovasi teknologi. (mdk/bal)

Baca juga:
Robot Canggih yang Mampu Berkomunikasi dengan Manusia akan Hadir di Disrupto 2019
Universal Robots Pasok Cobot ke Vietnam, Otomotif Indonesia Pengguna Terbesar
Boston Dynamics Buka Sewa Robot Spot
13 Mahasiswa Unsyiah Aceh Ciptakan Dua Robot Terbang
Riset McKinsey: Era Otomatisasi Ciptakan Lebih Banyak Lapangan Kerja di Indonesia
Saran Menteri Sri Mulyani Agar Akuntan Tak Tergantikan Robot