Yusril Kutip Ayat-ayat Alquran di Sidang Mahkamah Konstitusi

PERISTIWA | 18 Juni 2019 12:10 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019. Agenda sidang mendengarkan tanggapan tim kuasa hukum TKN Jokowi-Ma'ruf atas gugatan kubu Prabowo-Sandi.

Ketua Tim Kuasa Hukum TKN, Yusril Ihza Mahendra, mengutip sejumlah ayat-ayat Alquran. Di awal pemaparannya, Yusril mengutip terjemahan Surah Annisa ayat 58.

"Alquran telah memberikan pedoman dan bimbingan mengenai pembentukan mahkamah untuk memutuskan berbagai perselisihan dalam kehidupan demokrasi sebuah negara modern sebagaimana tertuang dalam Surah An-Nisa ayat 58," kata Yusril, Selasa (18/6).

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat," sambungnya.

Yusril kemudian mengutip terjemahan Surat An-Nisa ayat 135:

"Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kalian penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap kedua orang tuamu. Jika mereka kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu akan kemaslahatannya. Maka janganlah kalian mengikuti hawa napsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kalian memutar-balikkan kata- kata atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Teliti terhadap segala sesuatu yang kalian kerjakan."

Yusril kembali mengutip terjemahan Surah Al-Baqarah ayat 216 tentang Allah Yang Maha Mengetahui.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui."

Hingga kini persidangan masih berlangsung. Tim hukum TKN Jokowi-Ma'ruf masih memberikan tanggapannya.

Baca juga:
Kuasa Hukum KPU: Kesalahan Situng Tak Bisa Disimpulkan Rekayasa Suara
Bambang Widjojanto soal Tanggapan KPU: PD Banget, Overconfidence
Yusril: Ada yang Mengatakan Presentasi Pemohon Kemarin Seperti Pemaparan Skripsi
KPU Nilai Kubu Prabowo Memaksa MK Buktikan Pelanggaran yang Tidak Jelas
Yusril: Perkara Ini Tak Berkaitan dengan Perselisihan Mengenai Konsepsi Ketuhanan
Datangi MK, Massa Berbaju Kuning Berharap Indonesia Kembali Rekat
KPU Minta MK Tolak Seluruh Permohonan Prabowo-Sandi

(mdk/lia)