Yusril terima putusan MK soal KUHAP

PERISTIWA | 15 Maret 2012 15:29 Reporter : Baiquni

Merdeka.com - Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan tidak dapat menerima permohonan uji materi terkait Pasal 67 dan Pasal 244 UU 8/1981 tentang Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) diterima dengan lapang dada oleh Yusril Ihza Mahendra, selaku kuasa hukum Pemohon, Agusrin M Najamudin. Yusril pun menyadari bahwa pengujian pasal tersebut memang bukan kewenangan MK.

"Ini memang bukan kewenangan MK, melainkan kewenangan Mahkamah Agung (MA). Saya hanya mengajukan permohonan," ujar Yusril kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon, Kamis (15/3).

Yusril juga mengungkapkan bahwa putusan MK ini memang tidak memberikan jawaban. "Putusan MK ini adalah putusan yang tidak memberikan putusan," ujar Yusril.

Terkait dengan putusan tersebut, Yusril lantas mengatakan bahwa dia menerima putusan tersebut.

Putusan yang dikeluarkan MK berkaitan dengan permohonan uji materi yang diajukan Gubernur Bengkulu nonaktif, Agusrin M Najamudin. Pemohon merasa dirugikan karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) salah menafsirkan klausul 'bebas murni' dan bebas tidak murni' yang terdapat dalam dua pasal tersebut.

Hal itu terbukti dengan adanya upaya JPU mengajukan Kasasi ke MA terkait putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang memberikan vonis bebas murni kepada Pemohon. Dalam sidang Kasasi, Majelis Hakim Kasasi menyatakan Agusrin terbukti bersalah, dan menjatuhkan pidana selama 4 tahun. (mdk/bal)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.