260 Gugatan Pileg di MK, Paling Banyak Kasus Pengurangan Suara Caleg

POLITIK | 9 Juli 2019 18:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Juru bicara Mahkamah konstitusi (MK) Fajar Laksono mengatakan dari hasil pemeriksaan total 260 pemohonan perkara sengketa Pileg 2019, ada sekitar 11 jenis gugatan di MK. Sebagian besar berkaitan dengan dugaan pengurangan suara para caleg.

"Kalau dipetakan ada 11 dalil, pengurangan suara, ada penggelembungan suara, ada pelanggaran TSM, ada juga soal pelanggaran etik yang dilakukan penyelenggaraan pemilu, ada soal netralitas PNS dan lain-lain," kata Fajar di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (9/7).

Dalil paling banyak, kata Fajar, adalah pengurangan suara. "Paling banyak pengurangan suara hampir 70 persen dan penggelembungan suara 67 persen," lanjut Fajar.

Pada prinsipnya, lanjut Fajar, MK menerima apapun dalil gugatan yang dimohonkan oleh pihak pemohon. Namun apakah permohonan itu akan dikabulkan atau tidak, hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan majelis hakim.

"Silakan saja dimohonkan apakah dipertimbangkan. Nanti hakim yang memutuskan," ucap Fajar.

Diketahui, hari ini MK menggelar sidang untuk lima provinsi yang dibagi dalam tiga panel. Provinsi yang menjalani sidang hari ini yakni Aceh, Jawa Timur, Jawa Barat, Maluku Utara dan Papua.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com (mdk/bal)

Baca juga:
Hakim MK dan Kuasa Hukum Demokrat Berdebat Soal Dokumen Hilang Karena Hantu
Hakim MK Semprot Kuasa Hukum Partai Garuda karena Tak Bawa Bukti
Gerindra Sebut Kasasi Prabowo-Sandi ke MA Sudah Kedaluwarsa
Putusan MK Jadi Bahan KPU Jawab Kasasi Kubu Prabowo di MA
Hari Ini, MK Periksa 9 Provinsi di Sidang Lanjutan Pendahuluan Sengketa Pileg
Tanpa Sepengetahuan Gerindra, Prabowo-Sandi Ajukan Kasasi ke MA

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.