4 Alasan partai-partai di Indonesia mulai galang dana dari rakyat

POLITIK | 25 Juni 2018 06:45 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Menjelang tahun politik 2019, partai-partai politik di Indonesia mulai mencari dana untuk biaya operasional Pemilu 2019. Salah satunya dengan melakukan penggalangan dana berasal dari rakyat.

Berbagai alasan diungkapan partai politik menggalang dana dari rakyat, apa saja alasannya?

1 dari 4 halaman

Biaya politik tinggi

prabowo subianto. ©2018 Merdeka.com/facebook

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengungkapkan alasan program penggalangan dana adalah untuk mendukung perjuangan politiknya dan Partai Gerindra di Pilkada dan Pemilu 2019.

Prabowo mengatakan sistem ekonomi saat ini membuat biaya politik menjadi tinggi. Hal ini membuat banyak calon-calon pemimpin yang mencari penyandang dana. Dia menamakan program ini program galang perjuangan. "Saya merancang suatu program pencari dana dari rakyat langsung dari pendukung-pendukung saya dan pendukung Gerindra." kata Prabowo.

2 dari 4 halaman

Untuk membayar saksi-saksi

Prabowo Subianto. ©foto/dok.prabowo

Donasi tersebut, kata Prabowo, akan digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas politik saat Pemilu berlangsung. Seperti untuk membayar saksi-saksi di tempat pemungutan suara, sampai kegiatan blusukan calon kepala daerah atau kader Gerindra ke desa-desa. Prabowo menuturkan, pihaknya tidak mematok besaran bantuan donasi dari masyarakat. Donasi berapa pun, menurutnya, akan sangat membantu membantu perjuangannya dan Gerindra.

"Berapa besar bantuan itu terserah kemampuanmu masing-masing, kalau kau sanggup mengirim Rp 5 ribu, kami sudah terima kasih. Kalau bisa kirim Rp 10 ribu, Rp 20 ribu dan selanjutnya akan sangat-sangat berarti. Bayangkan Rp 20 ribu kalau disamakan adalah satu kotak rokok atau dua buah mie instan. Dengan harga dua buah mie instan atau dengan harga satu kotak rokok, saudara-saudara sudah bisa mengubah masa depan bangsa," ujar Prabowo.

3 dari 4 halaman

Mendorong perbaikan iklim politik

Ketua Umum PSI Grace Natalie. ©2018 Merdeka.com

Selain Gerindra, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga menggalang dana donasi publik selain untuk pembiayaan partai, donasi publik ini juga bisa mendorong perbaikan iklim politik di Tanah Air.

"Agar independen, hanya memperjuangkan kepentingan rakyat dan tidak punya beban mental untuk balas budi ke seseorang, partai harus didanai oleh publik," ujar Ketua Umum PSI Grace Natalie.

Grace mengatakan, selama ini partai politik hidup dari uang satu atau beberapa orang saja. Kondisi ini membuat partai tidak independen, hanya melayani kepentingan penyandang dananya.

4 dari 4 halaman

Donatur akan diberi kartu SAKTI

Ketum PSI Grace Natalie. ©2018 Merdeka.com/Liputan6.com

Menurut Grace, kalau ingin melihat politik yang bersih, publik harus ikut membiayai sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Dia mengatakan PSI membuka enam jenis nilai donasi, mulai dari Rp 25 ribu sampai Rp 1 miliar per tahun. Para donatur nanti akan diberikan Kartu Solidaritas Anti Korupsi dan Intoleransi atau Kartu SAKTI, yang juga bisa berfungsi sebagai e-money.

"Dana yang terkumpul akan digunakan untuk membiayai operasional partai, termasuk membiayai para caleg PSI yang akan bertarung di Pemilu 2019," ujar Grace. Dia mengatakan dengan menjadi donatur PSI, maka donatur tersebut juga bisa turut menentukan arah kebijakan partai. "Sebenarnya, PSI sudah sering melakukan penggalangan dana. Cuma caranya masih tradisional," kata Grace. (mdk/has)

Baca juga:
Jokowi diminta tak tunjuk Ketum parpol jadi Cawapres, ini alasannya
Prabowo: Mau usaha susah, kredit nggak dikasih, terpaksa minta bantuan rakyat
JK sebagai figur Cawapres kuat, tapi Capres lemah
Gerindra: Pak Prabowo butuh dukungan rakyat bukan dukungan cukong
Golkar soal Gerindra galang dana: Sabar Pak Prabowo, tahapan Pilpres belum mulai
Hanura sebut rakyat tahu Prabowo kaya, galang dana tak efektif

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.