Ada Pelukan Erat dan Kasih Sayang dalam Pertemuan Surya Paloh, Megawati dan Jokowi

POLITIK | 13 November 2019 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Puncak Kongres dan perayaan HUT ke-8 Partai NasDem berlangsung pada Senin (11/11) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Perayaan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan elite parpol, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain Jokowi, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga terlihat hadir.

Dalam perayaan tersebut, terlihat momen-momen manis antara Ketum PDIP Megawati, Ketum Partai NasDem Surya Paloh dan juga Presiden Jokowi. Mereka sempat berpelukan sebagai tanda tak ada permusuhan di antara mereka.

Seperti diketahui, Ketum PDIP Megawati melewati momen berjabat tangan dengan Ketum Partai Nasdem Surya Paloh saat pelantikan presiden dan wakil presiden pada 1 Oktober 2019 lalu. Setelah itu, berembus kabar bahwa hubungan keduanya sedang renggang. Padahal, PDIP dan Partai NasDem masih berkoalisi.

Namun dalam acara Puncak Kongres dan perayaan HUT ke-8 Partai NasDem ini, isu renggangnya hubungan PDIP dan NasDem tak terlihat. Berikut momen manis dalam pertemuan Surya Paloh, Megawati dan Jokowi:

1 dari 5 halaman

Surya Paloh: Betapa Saya Sayang dengan Mbak Mega

Video Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri melewati momen jabat tangan dengan Ketum NasDem Surya Paloh viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi saat upacara pengambilan sumpah jabatan anggota DPR 2019-2024, 1 Oktober lalu.

Saat berbicara di Puncak Kongres dan perayaan HUT ke-8 Partai NasDem, Paloh kembali menyinggung hal tersebut. Dia pun menegaskan hubungannya dengan Mega baik-baik saja.

"Kita sayang dengan tokoh-tokoh bangsa, sayang Pak Jokowi, sayang Pak Ma'ruf, Pak JK. Betapa saya masih sayang dengan Mbak Mega, jangan pernah ragukan itu," katanya di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

2 dari 5 halaman

Paloh Cari Tahu Apakah Megawati Marah atau Tidak

Semenjak kejadian saat pelantikan presiden dan wakil presiden itu, Surya Paloh menjadi kepikiran. Alhasil, ia mengirim utusan untuk mencari tahu apakah benar Mega marah.

"Ini penting sekali Mbak Mega enggak salaman dengan saya bisa rusak semua Indonesia," tambahnya.

"Saya coba kirim intelijen, investigasi apa betul Mbak Mega enggak salam saya. Hasilnya saya tahu tidak sengaja," tutupnya disambut riuh peserta Kongres.

3 dari 5 halaman

Jokowi Iri Surya Paloh Merangkul Erat Sohibul Iman

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyinggung pelukan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh terhadap Presiden PKS Sohibul Iman saat berkunjung ke kantor DPP PKS, pekan lalu. Jokowi kembali mengaku selama ini tak pernah dirangkul erat seperti dilakukan Surya Paloh kepada Sohibul Iman.

"Urusan rangkulan Bang Surya dan Pak Sohibul Iman itu hanya masalah kecemburuan. Masalah kecemburuan karena saya emang tidak pernah dirangkul seerat itu tetapi setelah saya memberikan sambutan tolong Bang Surya rangkul lebih erat dari beliau memeluk Pak Sohibul Iman," kata Jokowi saat memberikan sambutan perayaan HUT ke-8 Partai NasDem di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

4 dari 5 halaman

Rangkulan Surya Paloh dan Sohibul Iman Berarti Merawat Kebangsaan

Dalam acara itu pula, Presiden Jokowi menyebut rangkulan yang dilakukan Surya Paloh kepada Sohibul Iman tak ada yang salah. Hanya saja Jokowi menggarisbawahi rangkulan itu dimaksudkan dalam rangka merawat kebangsaan.

"Rangkulan itu apa yang salah? itu bagus, tapi sekali lagi juga itu semua kembali pada niatannya. Kalau niatannya untuk komitmen kenegaraan apa yang salah. Kalau rangkulan untuk komitmen kebangsaan apa yang keliru, sangat baguss sekali yang dicontohkan Bang Surya. Apa yang keliru kalau rangkulan untuk komitmen persaudaraan untuk komitmen kerukunan, persaudaraan sebangsa dan setanah air apa yang keliru? apa yang salah? itu bagus sekali. Benar endak? betul endak?" kata Jokowi.

"Dan biasa candaan seorang sahabat yang sudah dekat seperti itu. Biasa kalau saya ngomong biasa jangan ditanggapi ke sana ke sini. Ada yang curiga. Ada sinisme, ada yang enggak percaya, apa yang salah. Apalagi tadi udah disampaikan juga oleh Bang Surya betapa sayangnya Bang Surya kepada Ibu Megawati," kata Jokowi.

5 dari 5 halaman

Momen Pelukan Jokowi dan Surya Paloh

Saat acara Puncak Kongres dan perayaan HUT ke-8 Partai NasDem, Surya Paloh meminta agar Jokowi berbicara. Usai mengucapkan permintaan tersebut, Paloh berucap ingin memeluk orang nomor satu di negeri ini.

"Ingin saya peluk lebih erat tapi tidak bisa," sebut Paloh di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (11/11).

Setelah itu Paloh turun podium mendekati Jokowi. Paloh yang mengenakan jas hitam terlihat merangkul dan memeluk sambil mempersilakan Jokowi naik ke atas. (mdk/dan)

Baca juga:
Warna-warni Emosi Kongres Partai NasDem
NasDem Nilai Pelukan Surya Paloh-Jokowi Bantahkan Isu Koalisi Retak
PDIP Tegaskan Koalisi Indonesia Maju Masih Solid usai Paloh-Jokowi Berpelukan
Makna di Balik Dua Pelukan Surya Paloh dengan Jokowi dan Sohibul Iman
Gelar Konvensi Capres 2024, Partai NasDem Cari Putra Putri Terbaik Bangsa