Adian Kecewa Jaksa Agung Anggap Tragedi Semanggi Bukan Pelanggaran HAM Berat

POLITIK | 19 Januari 2020 00:16 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Aktivis 98 Adian Napitupulu mengaku kecewa dengan pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin yang menyebut peristiwa Semanggi I dan Semanggi II tidak termasuk pelanggaran HAM berat. Menurut anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP itu, tak hanya keluarga korban meninggal saja yang sakit hati, dirinya yang terlibat dalam peristiwa tersebut juga mengaku sakit hati mendengar pernyataan Jaksa Agung.

"Saya juga sakit hati. Saya juga kecewa," ujar Adian di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1).

Adian mengatakan, tak seharusnya Jaksa Agung memberikan pernyataan demikian. Menurut Adian, sejatinya Jaksa Agung sebelum memberikan pernyataan harus berdasarkan bukti-bukti. Sebab, Kejaksaan Agung bukan lembaga politik melainkan lembaga hukum.

"Karena Kejaksaan Agung itu lembaga penegakan hukum. DPR itu lembaga politik. Pernyataan politik tidak kemudian serta merta menghilangkan peristiwa hukumnya dan kejahatan hukumnya. Sebagai Jaksa Agung dia harus bicara tentang bukti, peristiwa, dan tindakan hukum. Bukan mengutip pernyataan politik," ujar Adian.

Adian berharap, Jaksa Agung tak termakan pernyataan politik. Menurutnya, berdasarkan penelusuran dari Komnas HAM, peristiwa Semanggi I dan Semanggi II terindikasi pelanggaran HAM berat.

1 dari 1 halaman

Menurut Adian, sejatinya Kejaksaan Agung membantu dalam mengusut dugaan adanya pelanggaran HAM berat dalam peristiwa tersebut.

"Siapa yang berwenang untuk melakukan penegakan hukum untuk pengusutan pelanggaran HAM, salah satunya Komnas HAM. Komnas HAM bilang apa? Pelanggaran HAM berat. Yang lain bilang apa? Pelanggaran HAM berat. Ya sudah usut saja," kata dia.

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkap perkembangan sejumlah kasus pelanggaran HAM berat dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR. Dalam paparannya, Burhanuddin menyebut peristiwa Semanggi I dan II tidak termasuk pelanggaran HAM berat.

"Peristiwa Semanggi I Semanggi II telah ada hasil rapat paripurna DPR RI yang menyatakan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan pelanggaran HAM berat," ujar Burhanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 16 Januari 2020.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com (mdk/cob)

Baca juga:
Pekan Depan, Menko Polhukam akan Panggil Jaksa Agung dan Komnas HAM
Mahfud akan Temui Jaksa Agung-Komnas HAM Bahas Status Pelanggaran HAM Semanggi I & II
Kejagung Sebut Kasus Semanggi I & II Bukan Pelanggaran HAM Berat Hasil Pansus DPR
Komnas HAM Temukan Dugaan Pelanggaran HAM Saat Demo Mahasiswa Tolak RUU KPK dan RKUHP
PKS Beri 'PR' Besar untuk Jokowi di Tahun 2020
Protes Kesewenangan Pemerintah Arab Saudi, Tiga Tahanan Politik Mogok Makan
Mahfud: Polisi Berkelahi dengan Mahasiswa Bukan Pelanggaran HAM

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.