Agun Gunandjar nilai dana saksi dari APBN minimalkan kecurangan di TPS

Agun Gunandjar nilai dana saksi dari APBN minimalkan kecurangan di TPS
Agun Gunandjar. ©2018 Merdeka.com
NEWS | 24 Oktober 2018 20:06 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Politisi Golkar Agun Gunandjar Sudarsa mendukung pembiayaan saksi partai di Pileg 2019 dianggarkan dalam APBN. Alasannya, pembiayaan itu bisa meminimalkan konflik dan kecurangan di TPS.

Mantan ketua Komisi II DPR 2012-2014 itu berpendapat keberadaan saksi sangat dibutuhkan oleh partai peserta pemilu. Apalagi, kata dia, tidak semua parpol memiliki kemampuan untuk itu.

"Semoga saja dana saksi untuk pemilu 2019 yang dibiayai pemerintah, tidak gagal lagi seperti yang sudah dibahas dan diputuskan oleh komisi II terdahulu untuk pemilu 2014. Makanya Negara harus hadir untuk terjaminnya Langsung Umum Bebas dan Rahasia (Luber) dan Jujur Adil (Jurdil) bagi semuanya," kata Agun, Rabu (24/10).

Legislator Golkar asal Dapil Jawa Barat 10 tersebut juga meminta partisipasi masyarakat untuk mendukung begitupun peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) nya harus bisa memahaminya.

"Dan apabila masih tidak bersetuju, berikanlah solusi yang terbaik untuk adilnya bagi semua peserta pemilu, sehingga berbagai kesalahan kekeliruan perhitungan bahkan kecurangan tidak akan terjadi lagi seperti pemilu pemilu sebelumnya. Sehingga Sejumlah LSM dan masyarakat umum juga harus dapat memahaminya," katanya.

Usulan dana saksi partai itu datang dari Komisi II DPR yang bermitra dengan KPU dan Bawaslu. Menurut Badan Anggaran (Banggar) DPR, usulan dana saksi itu sebesar Rp 3,9 triliun.

Baca juga:
Wapres JK tolak dana saksi di pemilu ditanggung negara
Soal dana saksi parpol, Bamsoet persilakan Banggar menyelesaikan
Banggar: Tak ada payung hukum, peluang dana saksi dibiayai negara kecil
Golkar dukung dana saksi parpol ditanggung negara
Banggar sebut dana saksi sudah tak bisa masuk APBN 2019
Ikuti UU Pemilu, Wamenkeu tolak dana saksi dibebankan pada APBN

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami