Agun: Saya cinta Golkar, jangan lagi partai diperdagangkan

Agun: Saya cinta Golkar, jangan lagi partai diperdagangkan
Agun Gunanjar Sudarsa. ©2012 Merdeka.com
NEWS | 13 Agustus 2014 18:03 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Politikus Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa menginginkan agar partainya kali ini berada di luar pemerintahan. Dia mengaku sudah lelah dengan manuver para elite yang tega menjual partai demi kekuasaan.

Agun berkeluh kesah tentang konflik selama ini yang terjadi di Golkar. Mulai di Munas Golkar era Akbar Tanjung yang pada akhirnya diambil alih oleh Jusuf Kalla (JK), karena pada waktu itu JK jadi wapres SBY.

"Lalu Pak JK menyusun kepengurusan baru lalu saya disingkirkan yang pegang jabatan orang-orang Akbar dibuang semua termasuk Ferry Mursyidan Baldan (NasDem) yang sekarang berseberangan dengan saya," kata Agun di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (13/8).

Meski kecewa, Agun tetap berada di Golkar dan menjadi 'bumper' di pemerintahan SBY - JK. Karena itu, Agun tak ingin kejadian serupa terjadi di zaman Aburizal Bakrie (Ical) yang tidak berhasil membawa Golkar menang di Pilpres 2014.

"Lima tahun saya jadi bumper, lalu Munas lagi, terpilih Pak Aburizal Bakrie, Golkarnya kalah juga, jadi bumper lagi (kalau di pemerintahan), capek saya. Nyatanya Golkar enggak gede-gede, semakin hari semakin kecil. Jadi saya lebih pada pilihan saya cinta dan sayang kepada partai ini," tegas dia.

Oleh sebab itu, dia mengimbau agar para elite Golkar tidak tega menjual partai demi kekuasaan. Karenanya, dia ingin Golkar berada di luar pemerintahan.

"Jangan lagi partai ini diperdagangkan diperjualbelikan, jangan lagi Partai Golkar diperdagangkan diperjualbelikan. Sudah saatnya Golkar berdiri di atas kaki sendiri, dengan keprihatinan harus siap berada di luar pemerintahan," pungkasnya.

(mdk/ren)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami