Agus Yudhoyono bicara keberhasilan semua Presiden, dari Jokowi sampai Bung Karno

Agus Yudhoyono bicara keberhasilan semua Presiden, dari Jokowi sampai Bung Karno
POLITIK | 11 Maret 2018 20:23 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan pidato politiknya di puncak rapimnas Partai Demokrat yang digelar di Sentul. Bogor, Minggu (11/3) malam. Dalam pidatonya, Agus Yudhoyono menyinggung tagline baliho Partai Demokrat yang terpampang di penjuru tanah air. Taglinenya adalah 'yang baik dilanjutkan, yang belum diperbaiki'.

Agus Yudhoyono yang akrab disapa AHY menjelaskan, tagline ini erat kaitannya dengan sejarah panjang Indonesia hingga menjadi bangsa yang besar. Indonesia bisa menjadi sebesar ini karena pemimpinnya memiliki berbagai prestasi yang kemudian dilanjutkan, diperbaiki, dan ditingkatkan oleh pemimpin selanjutnya.

"Setiap presiden punya andil dan prestasi masing-masing. Setiap presiden telah meletakkan landasan dan memberi manfaat bagi masyarakat," ujar AHY.

Dia memulai dengan bicara prestasi Presiden Jokowi. Diakuinya, Jokowi cukup sukses membangun pelbagai macam infrastruktur. Terutama di sektor perhubungan dan pekerjaan umum. Kebijakan ini berimplikasi pada pembukaan lapangan pekerjaan yang cukup luas. Pemerintahan Jokowi juga cukup sukses menjaga stabilitas ekonomi dan politik. Menurut AHY, keberhasilan itu tidak datang jika tanpa peran presiden sebelumnya.

"Itu karena Presiden SBY meletakkan fundamental ekonomi yang kuat, pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta berkurangnya kemiskinan" kata AHY.

Presiden SBY sukses memperkuat kondisi perekonomian nasional dan menjalin kerja sama internasional dengan pelbagai negara. Menurutnya, ini tidak lepas dari keberhasilan presiden sebelumnya yakni Presiden Megawati Soekarnoputri dan Presiden Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur. Keduanya berjasa karena berhasil melakukan konsolidasi perbaikan negara di era reformasi pasca dihantam krisis dan runtuhnya era orde baru.

"Presiden Abdurrahman Wahid dan Megawati melakukan itu karena Presiden Habibie berhasil menyelamatkan Indonesia dari krisis besar," jelas suami Annisa Pohan ini.

Presiden Habibie berhasil melakukan hal penting itu karena Presiden Soeharto diakuinya telah melakukan pembangunan nasional yang merata di pelbagai bidang. Mulai dari politik, ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintahan Soeharto memiliki segudang prestasi dan hasil nyata karena Indonesia diselamatkan oleh Presiden Soekarno. Bung Karno berjasa mengusir penjajah sekaligus meletakkan pondasi negara "Karena kegigihan Bung Karno. Ini mata rantai sejarah yang dilakukan dari masa ke masa. Makna keberlanjutan. Maka yang baik dilanjutkan, yang belum diperbaiki," tegasnya.

"Jika yang baik tidak dilanjutkan, maka rakyat merugi. Bangsa ini mau berjalan maju mundur atau kembali ke garis awal?" tambahnya.

AHY juga menjelaskan slogan lain yang diusung Partai Demokrat yang berbunyi 'Yang penting negara adil, rakyat sejahtera'. Dia mengatakan, rakyat menginginkan negara memberikan keadilan. Baik di bidang politik, penegakan hukum yang tanpa tebang pilih, hingga perekonomian.

"Tanpa itu maka rakyat akan sangat sedih dan marah, karena merasa masa depan mereka diabaikan. Mereka merasa negara makin maju tapi nasib diabaikan, rakyat miskin memandang negara dan pemimpin tak adil. Itu yang saya dapatkan dari dialog yang saya lakukan dengan rakyat dari waktu ke waktu," ucapnya. (mdk/noe)


AHY: Tulus kami ucapkan terima kasih dan penghargaan ke Presiden Jokowi
AHY: Saya bertransformasi dari hijau menjadi biru untuk NKRI
Sampaikan pidato politik, Agus Yudhoyono banggakan masa keemasan Presiden SBY
SBY sebut pidato politik Agus Yudhoyono ditunggu-tunggu seluruh tanah air
SBY kesal kader keluar ruang acara saat membahas aspirasi rakyat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami