AHY ingatkan pemerintah dampak ekonomi berbasis online

AHY ingatkan pemerintah dampak ekonomi berbasis online
POLITIK | 12 Maret 2018 07:31 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung soal pergeseran ekonomi di Indonesia, di mana kini banyak bisnis berbasis elektronik. Dia mencontohkan, bisnis transportasi online yang menggantikan jasa ojek dan taksi konvensional serta cara berbelanja melalui daring.

Namun, menurut AHY, merebaknya model bisnis berbasis online ini berimplikasi terhadap beberapa sektor. Pertama, mengurangi lapangan pekerjaan yang berimbas pada naiknya angka pengangguran.

"Banyak yang akan kehilangan pekerjaan. Berarti akan ada pengangguran baru yang jumlahnya bisa besar. Mereka yang bekerja di jenis pekerjaan tradisional merasa tidak aman, frustrasi dan takut terhadap keadaan," katanya di SICC, Sentul, Jawa Barat, Minggu (11/3).

Setelah mereka kehilangan pekerjaan, kata AHY, mulai muncul konflik horizontal di masyarakat. Dampak berikutnya, terjadinya ketimpangan sosial. Sehingga masyarakat yang tidak tanggap terhadap teknologi akan kalah dengan yang mampu menggunakannya.

"Akan ada komponen masyarakat yang memiliki peluang yang lebih besar, bahkan sangat besar, untuk mendapatkan penghasilan," tegasnya.

Terakhir, kepercayaan publik akan berkurang kepada pemerintah. Hal ini bisa terjadi apabila pemerintah tidak dapat menyelesaikan sederet persoalan tersebut dengan kebijakan yang tepat.

"Pemerintah dianggap tidak mengelola permasalahan ini dengan tepat, termasuk tidak hadirnya kebijakan dan regulasi yang diharapkan, maka masyarakat akan sangat mudah menyalahkan pemerintah," papar AHY.

Untuk itu, AHY menyarankan pemerintah untuk mengambil insiatif dengan membina, dan melatih masyarakat terhadap model ekonomi baru yang saat ini tengah berkembang.

"Pemerintah harus menjadi penjuru, dan mengambil inisiatif yang diperlukan. Transisi ekonomi dan bisnis model baru ini harus dikelola melalui kebijakan dan regulasi, serta melalui pendidikan, pelatihan, dan sosialisasi," tandasnya. (mdk/fik)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami