AHY Silaturahmi ke MUI, Sepakat Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila

AHY Silaturahmi ke MUI, Sepakat Tolak RUU Haluan Ideologi Pancasila
POLITIK | 14 Juli 2020 20:57 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersilaturahmi ke pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Menteng, Jakarta Pusat. AHY ingin hubungan Demokrat dan MUI terjalin dengan baik.

"Maksud dan tujuan kedatangan saya dan jajaran Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat adalah untuk membangun tali silaturahim yang lebih baik lagi antara Partai Demokrat dengan MUI," ujar AHY di kantor MUI, Selasa (14/7).

AHY mengaku, sudah lama berencana untuk bersilaturahmi ke kantor MUI. Apalagi kantor antara Demokrat dan MUI berdekatan. Namun, karena pandemi Covid-19, silaturahmi ini baru bisa diwujudkan sekarang.

Yang jelas, kata AHY, selain silaturahmi, Demokrat ingin membangun semangat kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi antara dua institusi yang memiliki peran masing-masing di negara ini.

"Tentu kami sangat menghormati MUI sebagai lembaga independen yang mengkoordinasikan berbagai organisasi Islam di Indonesia dan juga terus memperjuangkan segala hal yang menyangkut keumatan umat Islam, dan tentunya secara luas untuk masyarakat dan bangsa negara kita," tuturnya.

AHY melanjutkan, Demokrat secara politik terus memperjuangkan aspek yang serupa dengan MUI. Berbicara tentang umat Islam, tentang rakyat dan negara secara keseluruhan. Menurutnya, banyak dilakukan dengan kerja sama dan saling menguatkan satu sama lain.

Contohnya, kata AHY, di berbagai isu tertentu Demokrat memiliki kesamaan cara pandang. Yang tentunya suara MUI bisa diperkuat melalui suara anggota DPR RI maupun DPRD di berbagai wilayah.

"Sebaliknya kami juga berharap jika ada perjuangan Partai Demokrat yang senada dengan perjuangan MUI, bisa juga disosialisasikan di akar rumput, terutama di kalangan umat Islam," kata AHY.

Dalam pertemuan tersebut, juga membahas RUU HIP yang beberapa waktu lalu menjadi kontroversi. AHY mengatakan, Partai Demokrat dan MUI tegas menolak RUU HIP.

"Ini merupakan set back historis, yang menimbulkan masalah baru yang tidak diperlukan di negeri kita, di saat kita semua fokus untuk melawan pandemi Covid-19," kata AHY.

AHY khawatir ada pihak-pihak tertentu yang kembali bisa memecah belah bangsa, membentur-benturkan Pancasila dengan Islam, kemudian membawa isu ideologi yang sebetulnya sudah ditinggalkan di belakang.

"Karena kita mempunyai tujuan besar bersama dimana Pancasila final dan NKRI harga mati. Tapi yang jelas tujuan besar kita tidak sepi dari tantangan ketika kita memproyeksikan diri kita untuk mencapai kemajuan dalam 5-10 tahun ke depan bahkan sampai 2045," ucapnya.

"Yang jelas, jangan menghadirkan isu-isu baru yang sebetulnya tidak relevan dan kontekstual terhadap kondisi bangsa dan perjuangan kita," ujar Putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Baca Selanjutnya: Sementara Waketum MUI KH Muhyiddin...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami