Airlangga Cerita Strategi Pulihkan Citra Golkar di Pemilu Karena Kader Kena OTT

Airlangga Cerita Strategi Pulihkan Citra Golkar di Pemilu Karena Kader Kena OTT
Airlangga buka Munas Golkar. ©2019 Merdeka.com/Genan
NEWS | 4 Desember 2019 12:33 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Hari kedua Munas X Partai Golkar dilanjutkan dengan paparan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto soal Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) DPP Partai Golkar. Dalam paparannya, Airlangga menceritakan tentang membangkitkan Golkar saat sedang terpuruk.

"Saya pun bergerak cepat menyusun strategi kreatif untuk menarik simpati publik dengan mencanangkan sebuah teks lain, Golkar bersih, Golkar bangkit. Ungkapan-ungkapan tersebut terasa sangat bertenaga Golkar Golkar bangkit menggema ke seluruh pelosok negeri Karena dikumandangkan secara terus-menerus setiap rapat," kata Airlangga di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (4/11).

Dia menyebut, dalam pertemuan-pertemuan Partai Golkar, slogan bersih tidak hanya disuarakan pada tingkat jargon atau slogan semata. Melainkan dilaksanakan dalam kebijakan organisasi bagi siapa saja kader yang terlibat korupsi.

"Apalagi terkena OTT oleh KPK Partai Golkar tidak segan-segan untuk langsung menghentikan dari semua posisi dan jabatan di dalam partai. Karena itu kita menunjukkan kepada publik bahwa Golkar punya komitmen terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Survei Golkar Jeblok di Pemilu

Meski di Pemilu Serentak 2019 citra partai belum pulih, kata dia, Partai Golkar tetap percaya diri. Airlangga menyebut, saat itu banyak pengamat dan lembaga survei yang memprediksi bahwa Partai Golkar akan jatuh ke posisi ketiga di bawah PDIP dan Gerindra. Sebab, saat Pemilu 2019 masih ada kader Golkar yang terkena OTT oleh KPK.

"Namun ternyata perolehan kursi Golkar di luar perkiraan banyak pihak karena mampu bertahan sebagai pemenang kedua dengan memperoleh 85 kursi DPR RI lebih daripada itu untuk pertama kali sejak reformasi Partai Golkar berhasil meraih kemenangan pada pilpres 2019 dengan mengusung Jokowi-Ma'ruf Amin," tuturnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Erick Thohir Apresiasi Mundurnya Bamsoet dari Caketum Golkar
Munas Golkar, Airlangga Paparkan Capaian Selama Jabat Ketum
Mundur Jadi Caketum, Bamsoet Ajak Pendukung Jaga Keutuhan Golkar
Bamsoet dan Airlangga Sepakat Satukan 2 Gerbong
Airlangga Sebut Mundurnya Bamsoet Karena Campur Tangan Senior Golkar

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami