Ajak DPD I ke Istana, Airlangga Sebut Jokowi Minta Golkar Diperkuat

POLITIK | 1 Juli 2019 18:36 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima kunjungan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua DPD tingkat I Golkar se-Indonesia di Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat. Usai bertemu, Airlangga mengatakan Jokowi meminta agar kepemimpinan Partai Golkar diperkuat.

"Terkait dengan kepemimpinan, ya tentu beliau mengharapkan agar kepemimpinan partai Golkar ke depan diperkuat," ujar Airlangga usai bertemu Jokowi, Senin (1/7).

Menurut dia, Jokowi mengapresiasi capaian Partai Golkar yang lolos ambang batas parlemen dan meraih 85 kursi di DPR. Oleh sebab itu, Jokowi ingin konsolidasi dan soliditas Partai Golkar dalam mengawal pemerintah lima tahun ke depan.

"Itu diapresiasi oleh bapak Presiden. Walaupun dari survei-survei yang beliau monitor itu banyak survei-survei itu menempatkan Partai Golkar itu sekitar 7 persen. Jadi hasilnya beliau mengatakan ini baik," katanya.

Adapun Ketua DPD I Golkar yang tampak hadir dalam pertemuan ini antara lain, Plt Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Rizal Mallarangeng, Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, hingga Ketua DPD Golkar Sulawesi Selatan Nurdin Halid.

Airlangga membantah bahwa kehadiran para ketua DPD merupakan bentuk dukungan kepada dirinya yang maju kembali sebagai calon ketua umum pada Munas Golkar Desember 2019. Dia menegaskan kehadiran ketua DPD tersebut adalah bentuk komitmen mendukung Jokowi-Ma'ruf memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

"Ya ini bukan soal dukung mendukung (menjadi Ketua umum). Ini soal komitmen mendukung Presiden Jokowi periode 2019-2024, seluruh kader partai Golkar baik itu DPP maupun DPD itu solid," tegasnya.

Menteri Perindustrian itu menyebut Jokowi menyerahkan dinamika yang terjadi di internal Partai Golkar kepada pengurus. Kendati begitu, Jokowi berharap agenda partai berlambang pohon beringin itu tetap berjalan sebagaimana mestinya.

"Pak Presiden tentu menyerahkan kepada Partai Golkar. Tadi sudah disampaikan agenda-agenda politik Partai Golkar sesuai dengan hasil Munas Luar Biasa itu jatuhnya pada Desember 2019," tutur Airlangga.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Tanggapi Rizal Mallarangeng, Golkar Kepri Sebut Dukungan ke Bamsoet Suara Arus Bawah
Dukung Bamsoet, Pengurus Wilayah Indonesia Timur Ingin Perubahan di Tubuh Golkar
DPD Golkar DKI Jakarta Tak Ingin Munas Dipercepat
Alasan Golkar DKI Cabut Dukungan ke Bamsoet & Pilih Airlangga jadi Ketum Sekali Lagi
'Airlangga Nakhoda Golkar yang Kurang Piawai Membaca Arah Angin'
Wasekjen Era Ical Duga Golkar DKI Ditekan Sehingga Batal Dukung Bamsoet
Panas Jelang Munas: Bamsoet Menelikung, Rizal Mallarangeng Geram

(mdk/rnd)