Akbar Tandjung: Munas Golkar digelar 2015

Akbar Tandjung: Munas Golkar digelar 2015
Akbar Tandjung. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman
NEWS | 14 Juli 2014 14:51 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung menyatakan, tidak ada niatan partainya untuk mempercepat Munas. Menurut dia, sesuai dengan keputusan Munas sebelumnya, jabatan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) berlaku sampai 2015.

"Munas itu sesuai keputusan rekomendasi di Riau dilakukan pada 2015. Jadi karena itu putusan Munas ya kita harus laksanakan," ujar Akbar saat dihubungi, Senin (14/7).

Dia membantah ada desakan dari pengurus daerah untuk menggelar Munaslub. Menurut dia, kalau mau Munaslub, setidaknya ada 2/3 pengurus DPD I yang menyatakan bersedia menggelar Munaslub.

"Kalau mau mengubah munas harus melalui munas juga. Harus ada permintaan dari DPD. Sejauh ini belum ada pengajuan Munaslub dari DPD I," jelas Akbar.

Sebelumnya, Ketua Forum Silaturahmi DPD I Golkar, Ridwan Bae, menyatakan bahwa pihaknya kompak mendukung kepemimpinan Aburizal Bakrie (Ical) sampai selesai. Menurut dia, tidak ada desakan dari DPD yang ingin Munas dipercepat untuk melengserkan Ical.

"Itu informasi sesat. Kita DPD I se-Indonesia mengedepankan kebersamaan. Golkar sebagai partai besar dan tua harus memberikan kedewasaan dalam politik. Tidak akan pernah ada Munaslub, DPD I mayoritas tidak akan mempercepat Munas. Munas nanti 2015. Bulannya belum tahu," kata Ridwan saat dihubungi, Senin (14/7).

Menurut dia, sejumlah tokoh senior yang ingin mempercepat Munas hanya pandangan pribadi. Dia menilai, tokoh-tokoh senior itu lupa akan soliditas partai.

"DPR dilantik bulan Oktober. Dari situ ada penentuan jabatan pimpinan DPR, komisi, alat kelengkapan, penentuan jabatan itu adalah kewenangan ketum. Termasuk berkonsultasi dengan pemenang pilpres. Sebaiknya kita bersatu, perbedaan kita cukup di internal jangan di luar," tegas Ketua DPD Sulawesi Tenggara ini.

Ridwan menilai, orang-orang yang selama ini berpandangan Ical gagal tidak pernah membantu memenangkan partai. Menurut dia, Ical sebagai ketua umum sudah habis-habisan membesarkan partai.

"Dengan segala kelemahannya dia sudah berbuat banyak untuk Golkar. Pertanyaannya mereka yang mengkritik itu apakah pernah membantu? Baik itu finansial atau keliling menyampaikan visi partai? Ical berjuang, yang lain tidur, terus kita tidak bisa jadi capres Ical disalahkan. Itu tidak adil," imbuhnya.

(mdk/lia)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami